Hama Tikus Merajalela, Terancam Gagal Panen

376

BANYUBIRU—Hama tikus yang bersarang di sekeliling tanaman enceng gondok Rawa Pening, meresahkan ratusan petani padi di pinggiran Rawa Pening, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Tikus tersebut merusakp tanaman padi, sehingga terancam gagal panen.

Dari pantauan Radar Semarang, di Desa Tegaron dan Kebondowo, banyak petani mengeluhkan tanaman padinya di pinggiran Rawa Pening diserang hama tikus. Segala cara untuk mengatasinya, telah dilakukan petani, mulai dari pembersihan enceng gondong sampai pemberian racun tikus di sawah. “Tapi tetap saja sulit dibasmi,” keluhnya.

Arifin, 47, petani di Kebondowo mengeluhkan bahwa setiap hari dirinya sering mengecek sawah yang sudah siap panen. Jika lengah, padi-padi tersebut bisa rusak oleh hama tikus. Biasanya, memantau sawahnya malam hari dengan beberapa petani lain.
“Kami bersama petani berkali-kali melakukan pembersihan di area sekeliling sawah. Di samping itu, melakukan pengasapan juga. Tapi karena jumlah tanaman enceng gondok jutaan batang, sulit untuk membasmi tikus tersebut,” keluhnya kemarin (13/2).

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Semarang, Urip Triyogo membenarkan jika di daerah Kecamatan Banyubiru adalah daerah paling banyak hama tikus yang bersarang di tanaman enceng gondok. Apalagi jika musim panas, volume air tidak terlalu tinggi, hama tikus semakin banyak.

“Kami setiap tahun mendapatkan laporan terkait serangan hama tikus tersebut. Secara pengairan, daerah Kecamatan Banyubiru agak mudah, tapi serangan hama tikus sungguh luar biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Triyogo menjelaskan jika berbagai upaya sedang dilakukan. Kalau untuk membersihkan enceng gondok di Rawa Pening bisa menghabiskan dana Rp 1 miliar lebih. Saat ini, Bupati Mundjirin sedang mengupayakan agar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami sendiri juga merasa berat untuk pembersihan rawa. Pertumbuhan enceng gondok terus meningkat, tidak sebanding dengan tenaga masyarakat dalam membersihkan rawa tersebut,” pungkasnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.