Kantor Bupati Banjir, Aktifitas Terganggu

383
GENANGAN TINGGI: Komplek Kantor Bupati Kendal di Jalan Arteri Soekarno-Hatta tergenang air banjir sedalam 40-50 sentimeter, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
GENANGAN TINGGI: Komplek Kantor Bupati Kendal di Jalan Arteri Soekarno-Hatta tergenang air banjir sedalam 40-50 sentimeter, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
GENANGAN TINGGI: Komplek Kantor Bupati Kendal di Jalan Arteri Soekarno-Hatta tergenang air banjir sedalam 40-50 sentimeter, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Hujan deras yang mengguyur Kendal mulai Kamis (12/2) sampai Jumat (13/2) membuat sejumlah wilayah tergenang air. Di Kecamatan Kendal, setidaknya ada sembilan Kelurahan tergenang air. Yakni Kelurahan Trompo, Kebondalem, Kalibuntu, Langenharjo, Pegulon, Ngilir, Patukangan, Balok, dan Bandengan. Ketinggian air mencapai 40 sentimeter sampai 60 sentimeter.

Banjir juga menggenangi alun-alun dan komplek Kantor Bupati Kendal. Genangan air menghambat aktifitas pegawai negeri sipil (PNS) maupun warga yang melintas. Akibat banjir, kondisi kantor instansi di Komplek Kantor Bupati Kendal sepi tidak ada aktivitas seperti biasanya. Pintu utama menuju kantor Bupati itu digenangi air, sehingga terpaksa banyak para PNS yang masuk melalui pintu belakang yang berada persis di depan Rumah Dinas Bupati Kendal, Jalan Pemuda. “Ini banjir yang kesekian kali di musim hujan tahun ini. Warga lelah harus bersih-bersih rumah karena air masuk ke dalam rumah membawa lumpur dan sampah,” kata seorang warga Ngilir, Miftah, 50.

Air yang menggenangi wilayah Kecamatan Kendal juga membawa bakteri yang mengakibatkan penyakit gatal-gatal pada kaki. Pasti saat banjir, penyakit gatal-gatal, diare, masuk angin selalu diidap banyak warga. Banjir datang akibat hujan dan luapan air Sungai Kendal lantaran tidak dilakukan pengerukan. “Warga sudah berulang kali mengeluh agar kali dilakukan normalisasi, tapi tidak ada tindakan sama sekali dari pemerintah,” imbuhnya.

Sutris, 42, warga Kelurahan Ngilir menambahkan, banjir yang melanda kali ini cukup lama. Biasanya, air datang mulai pagi dan surut sekitar pukul 11.00. Mungkin wilayah atas masih terjadi hujan deras, sehingga aliran air yang menuju di wilayah bawah menjadi tinggi. Ia berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah terkait penanganan banjir di Kabupaten Kendal. “Sembilan kelurahan sudah rutin menjadi langganan banjir. Seharusnya bisa menjadi prioritas utama dalam penanganannya. Tapi bertahun-tahun, warga harus dihantui banjir setiap musim penghujan,” katanya.

Kasi Kasi Kesiapsiagaan bencana BPBD Kabupaten Kendal, Slamet mengatakan, Kendal di wilayah bawah memang rawan terjadi banjir saat musim hujan. Tapi pihaknya telah menyiagakan anggotanya jika sewaktu-waktu terjadi banjir parah. “Bencana yang rawan terjadi di Kendal yakni longsor dan banjir. Untuk saat ini, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah atas bencana banjir ini,” katanya.

Sementara Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat telepon seluler (SMS) mengatakan genangan air memang diakibatkan karena hujan lebat sejak Kamis sore. Sehingga banyak kiriman air dari Kendal wilayah atas yang turun deras ke wilayah Kendal bawah. “Sementara kondisi laut utara jawa di Kendal mengalami pasang, sehingga menyebabkan rob. Sehingga air untu surut melamban untuk menuju laut. Tapi kami sudah minta bantuan dari Provinsi untuk menangani banjir di Kendal,” timpalnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.