Pemindahan Terpidana Tunggu Waktu Eksekusi

366
H.M. Prasetyo
H.M. Prasetyo
H.M. Prasetyo

SEMARANG – Pemindahan dua terpidana mati kasus narkoba ”Bali Nine”, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, warga Australia, dari Lapas Krobokan, Bali ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jateng, masih menunggu waktu pasti eksekusi. Meski surat pemindahan telah dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pusat tanggal 11 Februari 2015.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo membenarkan bahwa dua terpidana mati kasus ”Bali Nine” akan dipindahkan penahanannya. Pemindahan itu atas kesepakatan dengan Gubernur Bali, yang meminta eksekusi tidak dilakukan di provinsi itu.

Menurut Prasetyo, lokasi yang paling cocok untuk eksekusi terpidana mati adalah di Nusakambangan. Tapi, kata dia, waktu pemindahannya belum dipastikan dan hal itu merupakan kewenangan dari otoritas di Bali. ”Mereka belum lapor kapan akan dipindahkan, baru mewacanakan,” katanya.



Prasetyo juga meminta pemerintah Australia menghormati hukum Indonesia yang masih menerapkan hukuman mati untuk terpidana narkotika. Sebelumnya Perdana Menteri Australia Tonny Abbott masih berharap Indonesia tidak akan mengeksekusi dua pengedar narkotika asal negeri Kanguru yang disebut kelompok Bali Nine itu. Abbott mengatakan bahwa pengampunan pasti ada dalam sistem keadilan Indonesia. Prasetyo mengharapkan kedaulatan hukum di Indonesia harus tetap ditegakkan dan Australia menghormatinya. ”Kedaulatan hukum kita harus dihormati, sebagaimana kita juga menghargai kedaulatan hukum negara lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Lapas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, Yuspahrudin, mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Agung RI mengenai pemindahan dari Lapas Krobokan, Bali ke Lapas Nusakambangan, Cilacap Jateng. ”Kita sudah komunikasi dan koordinasi dengan Kejaksaan Agung. Sampai saat ini (Dua napi Bali Nine) belum dipindahkan. Katanya (Jaksa Agungg) jangan dipindahkan dulu. Harus nunggu waktu pasti pelaksanaan eksekusi mati dulu baru dipindahkan ke sini,” kata Yusparudin, Jumat (13/2).



Menurutnya, meski surat pemindahan terhadap dua napi ”Bali Nine” telah dikeluarkan Kemenkumham Pusat tanggal 11 Februari 2015, akan tetapi jadwal pemindahannya masih menunggu waktu eksekusi. ”Masalahnya kan kasihan. Kalau mereka dipindah-pindah. Sementara jadwal eksekusi belum pasti,” tegasnya. ”Yang pasti kita sudah siap jika mereka dipindahkan ke sini,” imbuhnya. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.