Berharap Sembuh lewat Doa

933
KHUSYUK: Misa masal yang diikuti 210 pasien RS St Elisabeth Semarang kemarin. (NUCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Misa masal yang diikuti 210 pasien RS St Elisabeth Semarang kemarin. (NUCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Misa masal yang diikuti 210 pasien RS St Elisabeth Semarang kemarin. (NUCHAMIM/RADAR SEMARANG)

GAJAH MUNGKUR – Memperingati Hari Orang Sakit Sedunia ke-23, Rumah Sakit St Elisabeth melakukan misa yang melibatkan 210 pasien di RS tersebut. Suasana haru terlihat di RS tersebut ketika Uskup Yohanes Pujasumarta membacakan surat-surat dalam Al Kitab.

Seperti apa yang dirasakan oleh Rustijanto. Pasien berusia 67 tahun tersebut terlihat menangis saat mendengar uskup membacakan surat-surat dalam Al Kitab. Warga Ngaliyan ini divonis menderita penyakit jantung.

”Terharu mendengar uskup membacakan surat-surat itu. Saya sudah dirawat di sini (RS St Elisabeth) sejak 10 hari yang lalu. Memang dokter mendiagnosis saya menderita penyakit jantung sejak lama,” ujar Rustijanto kepada Radar Semarang, Minggu (15/2).

Rustijanto merupakan, pasien rawat inap di RS tersebut. Pria yang lahir pada 9 Oktober 1947 ini sekarang hari-harinya dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur Ruang Yosef. Ia berharap, usai mengikuti misa tersebut, akan mendapatkan kesembuhan dari Tuhan Yang Maha Esa.

”Saya ingin sembuh. Melalui doa-doa tadi, saya ingin sembuh dan dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Hingga saat ini saya masih dirawat dan setiap hari ditunggui keluarga,” kata Rustijanto sambil menitikkan air mata haru.

Kepala Humas RS St Elisabeth, Probowatie Tjondronegoro mengatakan, hari orang sakit sedunia diperingati setiap tahun. Dikatakannya, hampir seluruh pasien baik itu rawat jalan maupun rawat inap dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Ada juga beberapa orang yang memang sakitnya sudah menahun menunggu kegiatan ini. Mereka sangat percaya dengan kekuatan doa. Para pasien yang mengikuti misa memiliki penyakit beragam,” ujarnya.

Selain itu, penunggu pasien, suster, karyawan rumah sakit, dan masyarakat sekitar juga hadir dalam misa tersebut.
Dikatakan Probo, seharusnya hari orang sakit ke-23 diperingati pada 11 Februari lalu, namun karena banyaknya pasien sehingga butuh cukup waktu guna mempersiapkannya. ”Misa ini bertujuan menghimpun doa, karena penyembuh bukan hanya dari perawatan atau obat-obatan, tapi juga dengan doa. Harapannya, pasien punya semangat untuk segera sembuh,” paparnya. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.