Genangan Air Timbulkan Bau Tak Sedap

341
MASIH TERGENANG: Genangan air di Pasar Waru yang sekarang ini belum surut menimbulkan bau tak sedap. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
MASIH TERGENANG: Genangan air di Pasar Waru yang sekarang ini belum surut menimbulkan bau tak sedap. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
MASIH TERGENANG: Genangan air di Pasar Waru yang sekarang ini belum surut menimbulkan bau tak sedap. (FOTO: M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Genangan air hujan di depan Pasar Waru, Sawah Besar yang terjadi sejak Kamis lalu hingga Minggu (15/2) kemarin, belum kunjung surut. Genangan air yang masih cukup tinggi dan keruh itu juga menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya aktivitas pedagang di pasar klitikan tersebut sepi.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, Minggu, (15/2) kemarin, genangan air yang berada di Pasar Waru masih setinggi 15-20 sentimeter. Genangan air tersebut berwana hijau kecokelatan bercampur sampah dan lumpur. Banyak pedagang sibuk membersihkan kiosnya dan menaruh dagangannya ke tempat yang lebih tinggi.

Tinus Suwanto, 40, salah seorang pedagang mengatakan, genangan air yang belum surut sangat mengganggu aktivitas di Pasar Waru. Bahkan, genangan air sudah menimbulkan bau tidak sedap. Akibatnya, para pedagang maupun pembeli merasa tidak nyaman berkunjung ditempat tersebut. ”Aktivitas di pasar ini sudah terganggu. Lihat saja, genangan airnya berwarna hijau kecokelatan bercampur sampah dan lumpur. Baunya tidak enak. Sudah tiga hari ini belum juga surut,” ungkapnya.

Hal sama juga diungkapkan, Suyatno, 45 mengakui kondisi Pasar Waru dalam perkembangannya semakin memprihatinkan. Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk segera menangani permasalahan yang ada di lingkup dalam Pasar Waru. ”Pemkot harusnya tanggap memperbaiki saluran air supaya genangan air tak lagi muncul. Tapi, sepertinya, polder yang ada juga belum berfungsi maksimal,” harapnya.

Sementara, Kabid Tata Air Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang, Kumbino mengakui genangan air di lokasi Pasar Waru merupakan buangan air dari kolam retensi dari wilayah barat yakni kolam retensi Pasar Waru. Bahkan, saluran pada saluran pembuangan genangan air di lokasi tersebut terhalang banyaknya tumbuhan enceng gondok.

”Lokasi Pasar Waru itu memang diapit dua kolam retensi. Dari sisi timur itu kolam retensi Muktiharjo. Dari arah barat kolam retensi Pasar Waru sendiri. PSDA sendiri mulai besok akan menurunkan alat berat untuk membersihkan enceng gondok. Memang kolam retensi Muktiharjo belum bisa maksimal. Tapi kalau sudah maksimal, bisa mengurangi genangan air tersebut,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.