Tiga Kecamatan KLB DBD

635

SUKOREJO – Tingkat kasus demam berdarah dengue (DBD) di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Banyumanik, Tembalang, dan Kecamatan Ngaliyan, sangat tinggi. Sehingga Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK), menetapkan tiga wilayah tersebut sebagai kategori kejadian luar biasa (KLB).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau warganya agar selalu waspada terhadap penyakit musim penghujan. Utamanya penyakit DBD, Disentri, dan Leptospirosis. ”Di antara ketiga penyakit tersebut yang paling banyak diidap warga Kota Semarang adalah DBD. Meskipun sepele penyakit ini namun banyak nyawa yang terenggut karena wabah ini,” ujar wali kota ketika melakukan resik-resik kali bersama warga di Kelurahan Sukerejo, Kecamatan Gunungpati, kemarin.

Dikatakan wali kota, jumlah kasus penderita DBD yang ditanganai DKK Semarang Januari tahun 2015 mengalami peningkatan dua kali lebih besar dibandingkan tahun 2014, khususnya pada bulan Desember 2014 sampai bulan Januari 2015. ”Per Januari 2015 wabah ini telah menyebarkan ke 94 pasien, dan merenggut jiwa sebanyak 2 orang. Sementara di tahun 2014 hingga bulan Desember terdapat 1.627 penderita dengan 27 orang meninggal dunia,” bebernya.

”Bila tidak ditanggulanggi lebih dini, maka wabah ini berdasarkan Perda Nomer 5 tahun 2010 tentang Pengendalian DBD, peningkatan kasus DBD merupakan kejadian luar biasa (KLB),” terang pria yang akrab disapa Hendi ini.

Berdasar data DKK Semarang, terdapat tiga kecamatan yang mengalami peningkatan penderita DBD kategori KLB yaitu Kecamatan Banyumanik bulan Desember 2014 penderita 26 orang, sedangkan bulan Januari 2015 sebanyak 59 orang dengan 2 orang meninggal dunia. Kecamatan Tembalang pada bulan Desember 2014 ada 34 penderita sedangkan bulan januari 55 penderita, sedangkan Kecamatan Ngaliyan bulan Desember 9 penderita dan bulan Januari 35 penderita dengan 1 orang meninggal dunia.

Cara yang paling mudah dilakukan untuk mengendalikan penyakit DBD adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk kegiatan resik-resik kali dan kerja bakti masal harus terus diaktifkan. Seperti membersihkan saluran air dari sedimentasi serta tanaman-tanaman liar yang menghalangi arus air. ”Dengan kegiatan ini, saya berharap saluran drainase akan kembali bersih sehingga aliran kembali normal dan sempurna. Dengan demikian menjadikan lingkungan bersih dan sehat, yang sangat diperlukan guna menjauhkan bahaya DBD,” tandasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Sugihartono berharap DKK mengoptimalkan kegiatan terkait pencegahan penyakit DBD. ”Anggaran sudah ada tinggal pelaksanaannya yang dioptimalkan,” tandasnya. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.