Biogas Sampah Bisa Dinikmati Warga secara Gratis

493
TPA JATIBARANG: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Imran Ulfi Basuki melihat pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari tumpukan sampah TPA Jatibarang di salah satu rumah warga. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
TPA JATIBARANG: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Imran Ulfi Basuki melihat pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari tumpukan sampah TPA Jatibarang di salah satu rumah warga. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
TPA JATIBARANG: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Imran Ulfi Basuki melihat pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari tumpukan sampah TPA Jatibarang di salah satu rumah warga. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

JATIBARANG – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang mulai memanfaatkan gas metan yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang menjadi biogas. Energi tersebut kemudian disalurkan ke permukiman warga sekitar. Hal itu sebagai bentuk usaha pemkot memanfaatkan limbah sampah dan mengurangi polusi yang dapat merugikan masyarakat sekitar.

”Timbunan sampah ini bermanfaat juga kepada warga sekitar. Jadi tidak hanya menikmati baunya saja. Akan tetapi sampah yang sekarang ini sudah diolah fregmentasi menjadi biogas dan bisa dinikmati warga sekitar TPA juga,” ungkap Kepala DKP Kota Semarang, Ulfi Imran saat di lapangan kepada Radar Semarang, Senin, (16/2) kemarin.

Gas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kantor dan masyarakat sekitar. ”Kita akan pasang pipa dan melakukan pengelolaan sederhana dan menyalurkannya di rumah warga, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memasak. Dan itu gratis,” tandasnya.

Biogas dari sampah yang sudah tersalurkan di rumah penduduk pada sekitar TPA Jatibarang sudah bisa dinikmati mencapai panjang 72 meter kubik dengan stok gas metanol 3 meter kubik. Gas metanol ini dihasilkan dari tumpukan berbagai jenis sampah dengan masa waktu mencapai 2 tahun. ”Sekarang ini baru sekitar 20 rumah atau 80 orang yang sudah memakai gas dari hasil sampah di sini. Biogas yang sudah dipakai warga ini sudah tersalurkan sejak kemarin, Minggu, (15/2) kemarin,” katanya.

Diakuinya, biogas hasil dari pengolahan sampah menjadi perhatian bagi warga sekitar lokasi TPA Jatibarang. Menurutnya masih ada ratusan penduduk sekitar yang belum mendapat saluran biogas dari TPA Jatibarang. Namun demikian, pihaknya akan mengupayakan hal tersebut dengan harapan agar biogas dari sampah bisa dinikmati oleh semua warga. ”Di sekitar lokasi sini merupakan RW 5 dengan jumlah penduduk sekitar 400 KK. Mereka belum mendapat saluran biogas ini. Dan ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi kami ke depan. Memang ini masih tahap awal. Ke depannya juga kami akan terus menyempurnakan biogas ini supaya bisa dinikmati warga Semarang,” tuturnya.

Sementara, Kepala UPTD TPA Jatibarang, Agus Jun mengatakan luas TPA Jatibarang mencapai 44,5 hektare. Sedangkan sampah dari Semarang yang masuk mencapai 650-800 ton setiap harinya. Menurutnya, sampah terbanyak berasal dari Kecamatan Semarang Tengah dan Semarang Barat. ”Kalau jumlah rata-rata 1 truk yang masuk ke tempat ini bisa mencapai 4-6 kali. Dalam 1 hari milik rekanan 100-130 unit truk. Kalau dari Semarang Barat, 1 unit 6-8 rit. Sedangkan Semarang Tengah, rata-rata 1 unit 4 truk PP. Kalau untuk menampung sampah masih bisa. Sebab, sekarang ini hanya 6 hektare yang baru terpakai untuk penimbunan sampah,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.