Pertahankan Ramuan Alam untuk Kecantikan

401
LEBIH MAKSIMAL: Penerapan pijat dan scrub dengan teknik Jawa Modern Tradisional dianggap lebih maksimal. (Nurul Pratidina/Radar Semarang)
LEBIH MAKSIMAL: Penerapan pijat dan scrub dengan teknik Jawa Modern Tradisional dianggap lebih maksimal. (Nurul Pratidina/Radar Semarang)
LEBIH MAKSIMAL: Penerapan pijat dan scrub dengan teknik Jawa Modern Tradisional dianggap lebih maksimal. (Nurul Pratidina/Radar Semarang)

SEMARANG – Indonesia khususnya Jawa cukup terkenal dengan ramuan alam untuk perawatan tubuh. Konsep ini yang Camalia Yasmin coba angkat melalui berbagai perawatan di Yasmine spa miliknya.

“Sekarang memang banyak perawatan dengan bahan-bahan kimia, namun kami tetap ingin mempertahankan bahan-bahan alami. Toh, tidak kalah bagus,” ujarnya, kemarin.

Perempuan yang sebelumnya mengembangkan spa serupa di ibukota ini setidaknya menggunakan 17 varian aroma lulur rempah. Diantaranya Bengkoang, Green Tea, Strawberry, Coklat, Kopi, Boreh, Kacang Ijo, Rumput Laut, dan lainnya. “Semua lulur kami buat sendiri, bukan dari kerang tapi dari beras yang dihaluskan sehingga ketika diusapkan tidak melukai kulit,” ujarnya.

Demikian halnya dengan teknik perawatan, Camalia juga menerapkan pijat dan scrub dengan teknik Jawa Modern Tradisional. Paduan antara modern tradisional ini dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Hydrobath, misalnya. Perawatan ini sudah ada sejak peradaban Yunani kuno, Romawi dan Mesir. Metode ini dulu digunakan untuk menghilangkan penyakit, sekarang perawatan ini dikombinasikan untuk merawat kecantikan dengan menambahkan aroma bunga-bungaan dan aromaterapi. “Pijatan dari air yang mengalir ini sudah diatur sedemikian rupa, sehingga dapat membuat tubuh lebih rileks,” ujarnya.

Namun demikian, Camalia menegaskan bahwa spa khusus wanitayang berlokasi di Jalan Mintojiwo ini hanya memberikan perawatan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, tanpa mengubah bentuk yang sudah diberikan oleh Tuhan. “Perawatan di sini sifatnya hanya merawat, menjaga apa yang sudah diberikan Tuhan tapi tidak mengubah bentuk. Jadi kami tidak menyediakan sulam alis, sulam bibir, atau tanam bulu mata di sini,” tandasnya. (dna/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.