Razia Lalin, Polisi Hantam Pengendara

401

”Itu tidak bisa. Proses (hukum) tetap jalan,”
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono

BARUSARI – Seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polsek Pedurungan Semarang, Brigadir AM, diketahui memukuli cewek pengendara motor yang sedang melintas. Akibatnya, cewek yang bekerja di salah satu diler mobil di Semarang itu mengalami luka lebam di tangan hingga dirawat di RS Bhayangkara Semarang.

Ulah konyol yang tak berperikemanusiaan itu telah diketahui oleh tim Propam Polrestabes Semarang. Brigadir AM sendiri telah diperiksa. Hasilnya, AM hanya menerima sanksi ringan atas tindakan yang mengarah kepada tindak pidana penganiayaan itu.

Kasi Propam Polrestabes Semarang, Kompol Sugito, saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Semarang, membenarkan peristiwa tersebut. ”Sudah kami periksa dan kami beri sanksi peringatan. Kalau mengulangi lagi baru kami berikan tindakan tegas. Tidak ada kompromi,” tandas Sugito, Senin (16/2).

Namun demikian, sanksi tersebut termasuk dalam kategori ringan. Dikatakan Sugito, AM diberi sanksi peringatan keras. Ia masih diberi kesempatan agar tidak melakukan kesalahan lagi. ”AM sudah kembali bertugas seperti biasa dan mendapat pangawasan khusus dari tim kami,” katanya.

Brigadir AM melakukan pemukulan terhadap seorang cewek pengendara saat melintas di di Jalan Fatmawati, Pedurungan, Rabu (4/2) lalu, sekitar pukul 07.00. AM saat itu satu di antara anggota Satlantas Polsek Pedurungan yang menggelar operasi penertiban di jalan tersebut. Sedangkan cewek pengendara itu melintas dengan mengendarai motor tanpa pelat nomor. Brigadir AM mencoba menghentikan cewek pengendara tersebut. Namun, cewek pengendara itu berusaha menghindar.

Spontan, Brigadir AM melayangkan tongkat polisi yang terbuat dari kayu ke arah korban. Pukulan keras itu mendarat di bagian tangan sang cewek pengendara tersebut, hingga mengalami luka memar kesakitan. Cewek pengendara itu akhirnya berhasil dihentikan.
”Berdasarkan pengakuan Brigadir AM, kronologisnya seperti itu,” teras Sugito.

Lebih lanjut dijelaskan Sugito, pasca kejadian itu Brigadir AM dan pihak korban sudah bertemu dan berdamai. Sehingga hal itu tidak sampai dilanjutkan ke ranah tindak pidana penganiayaan. “Kedua belah pihak sudah sepakat saling memaafkan dan mengakui kesalahan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Buana Santoso mengatakan, berdasarkan aturannya, anggota Satlantas saat menggelar operasi tidak diperbolehkan membawa tongkat polisi, atau alat pemukul. ”Apalagi alat itu dipukulkan. Jelas sangat menyalahi prosedur,” tegasnya.

Dijelaskan, petugas juga tidak diizinkan menghentikan laju sepeda motor bagi pengendara yang berusaha menghindar. ”Kalau pengendara menghindar lepaskan saja, jangan dikejar atau melakukan reaksi lain,” katanya.

Ditemui terpisah sebelumnya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono menegaskan, bahwa meski sudah ”damai”, proses (hukum) tetap jalan. ”Itu tidak bisa. Proses (hukum) tetap jalan,” tandasnya. (amu/zal/ce1)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.