Siswa SMP Gantung Diri

444

KENDAL – Seoang siswa SMP 1 Cepiring, ditemukan tewas gantung diri di gudang rumahnya di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kendal. Korban diketahui bernama Ade Putra Kuntiarso, 16. Kuat dugaan, aksi nekat itu diduga karena korban usai putus cinta. Kali pertama, mayat korban ditemukan ayah korban, Achmad Kunarso, saat hendak mengambil sepeda di gudang rumahnya, Senin (16/2) pagi. Kunarso histeris ketika mendapati anaknya sudah tak bernyawa. Korban menggantung dengan menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan ke kayu dengan ketinggian hampir tiga meter. “Saya tidak mengira jika Ade nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan seperti ini,” akunya.

Selama ini, anaknya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Sebelum ditemukan tewas, Ade sempat membeli sarapan dan pergi ke bengkel. Minggu 15/2 malam Ade masih masih sempat bermain ponsel hingga Senin dini hari. Sang kakak sempat mengingatkan agar Ade Putra segera istirahat dan tidur karena Senin pagi harus sekolah. Ade juga tidak pernah cerita apa-apa kalau dia punya masalah,” akunya. “Saya tak melihat Ade pergi ke sekolah. Ia hanya melihat celana Ade di atas meja,” tambahnya.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. petugas yang datang langsung memasang garis polisi di sekitar rumah korban. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan kondisi jenazah korban yang masih menggantung. Kapolsek Cepiring, AKP Asri mengatakan dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan puskesmas setempat, korban meninggal murni akibat gantung diri. “Hal itu dibuktikan dengan sperma dan kotoran yang keluar dari dubur dan kemaluan korban. selain itu lidah menjulur keluar,” katanya.

Dugaan sementara, Ade nekat gantung diri lantaran diputus oleh pacarnya. Petugas menemukan pesan singkat dari telepon seluler (ponsel) milik korban yang berisi jika dirinya sedang mengalami masalah asmara dengan seorang perempuan yang diduga kuat adalah pacarnya. Pihaknya telah memeriksa ponsel korban dan berisi pesan singkat kepada teman perempuannya yang bernada frustasi. “Dalam pesan singkatnya korban berpamitan kepada teman perempuannya dan meminta maaf. Jenazah korban kemudian diturunkan. Selanjutnya, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa setempat,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Ardiansyah mengatakan memang dugaan sementara adalah karena frustasi masalah hubungan percintaan. Pihaknya mengaku akan melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kendal untuk memberikan pembinaan kepada siswa-siswa ke sekolah-sekolah. “Tidak hanya soal asmara saja, tapi juga soal kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kriminal. Agar siswa berhati-hati sebab mulai marak perkelahian, tawuran dan kekerasan yang dilakukan melalui media jejaring sosial,” tandasnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.