Jaringan Curanmor Dibekuk

377
BAHAYA : Tersangka pencurian kendaraan bermotor ditunjukkan oleh polisi ke hadapan media beserta barang buktinya, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
BAHAYA : Tersangka pencurian kendaraan bermotor ditunjukkan oleh polisi ke hadapan media beserta barang buktinya, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
BAHAYA : Tersangka pencurian kendaraan bermotor ditunjukkan oleh polisi ke hadapan media beserta barang buktinya, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID—Reskrim Polres Magelang menggulung tangkapan kakap. Korps berlambang panah itu, berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dalam pengungkapan itu, diperoleh sembilan unit motor berbagai merek hasil kejahatan komplotan tersangka. Juga dua unit rangka kendaraan; serta empat mesin motor gelondongan.

“Sementara 12 tempat kejadian perkara yang berhasil diungkap. Kemungkinan masih bisa berkembang,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifky, kemarin.

Komplotan curanmor itu, terdiri atas Fachrur Huda, 19, warga Danurejo Kecamatan Mertoyudan; Herdika Wisnu, 22, warga Pasuruhan Kecamatan Mertoyudan; dan seorang penadah bernama Sunardi, 28, warga Permitan Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan. “Mereka merupakan satu jaringan yang bekerjasama,” ungkap Kapolres.

Menurut AKBP Rifky, terungkapnya jaringan ini, bermula ketika petugas membekuk tersangka Herdika Wisnu di sebuah rumah makan di Kecamatan Mungkid. Awalnya, Herdika ditangkap karena terkait kasus penganiayaan.

Namun, lanjut Kasubag Humas AKP Edi Sukrisna, polisi berhasil mengembangkan kasus lain yang dilakukan oleh tersangka. “Setelah itu, baru dua tersangka lain kita tangkap karena terbukti melakukan serangkaian pencurian kendaraan bermotor.”
Kawanan ini, ungkap Edi, sudah beraksi di 12 lokasi di Kabupaten Magelang. Di antaranya, mencuri motor milik Krismanto, warga Sidoagung, Kecamatan Tempuran; dan kendaraan milik Sukari, warga Wirosuko, Desa Wonolelo, Kecamatan Swangan. “Korban lain masih kita identifikasi. Bagi yang kehilangan kendaraan bisa menghubungi kami,” katanya.

Dalam beraksi, kata Edi, pelaku hanya berbekal sebuah kunci T. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk membawa kabur sebuah kendaraan bermotor. “Hanya cukup satu sampai dua menit saja.”

Untuk menyadarkan aksi kejahatannya, beberapa kali mereka membongkar kendaraan hasil curian. Lantas dijual kepada seorang penadah secara terpisah. “Mereka juga merusak nomor rangka dan nomor mesinnya,” beber Edi Sukrisna.

Para tersangka kini diamankan di Mapolres Magelang. Mereka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya, maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan untuk penadah, akan dikenakan pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Curian. “Ancamannya 4 tahun penjara,” kata Edi Sukrisna.

Sementara itu, para tersangka mengaku terpaksa mencuri karena kebutuhan ekonomi. Mereka mengaku tak memiliki pekerjaan tetap. “Tidak punya pekerjaan sementara kebutuhan semakin besar,” aku Herdika.

Tersangka Herdika mengaku beraksi selalu bersama dengan Fachrur. Tugasnya, mengeksekusi. Sedangkan rekan lainnya, bertugas mengawasi. “Gantian,” ucapnya.

Mereka mengaku mengincar kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Meski dikunci dobel, bukan halangan bagi mereka. “Kalau pemilik motor lengah ya langsung kita ambil,” ungkapnya. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.