Puluhan Reklame Ilegal Dicopot

383
ILEGAL: Satpol PP Kabupaten Batang, saat mencopot reklame yang tidak berizin dan menyalahi aturan, kemarin. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)
ILEGAL: Satpol PP Kabupaten Batang, saat mencopot reklame yang tidak berizin dan menyalahi aturan, kemarin. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)
ILEGAL: Satpol PP Kabupaten Batang, saat mencopot reklame yang tidak berizin dan menyalahi aturan, kemarin. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)

BATANG- Puluhan reklame bodong alias tak berizin dicopot paksa Satpol PP Kabupaten Batang, Selasa (17/2). Selain soal izin, pemasangan juga dianggap tidak sesuai dengan aturan.

Penertiban dilakukan atas dasar laporan dari para pemasangan iklan yang tertib membayar pajak reklame dan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan reklame tersebut karena terpasang di titik yang tidak pas, seperti dip agar sekolah dan rumah warga, serta jalan protokol.

Ramelan,42, warga Jalan Yos Sudarso, mengungkapkan bahwa dirinya kesal dengan ulah pemasang reklame yang memasang spanduk baner pada pohon depan rumahnya. Menurutnya, di sepanjang Jalan Yos Sudarso banyak spanduk yang dipasang secara sembarangan.“Saya memang sengaja lapor ke Kantor Satpol PP, agar spanduk yang dipasang di pohon dan di pagar rumah warga dicopot,” ungkap Ramelan.

Mendapat laporan warga, Satpol PP pun langsung menggelar operasi penertiban reklame. Pencopotan dilakukan pada reklame yang tidak membayar pajak dan pemasangan tidak sesuai aturan.

Operasi yang dipimpin Kepala Satpol PP Batang Ulul Azmi didampingi Kasie Ketenteraman Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum dan Tranmas), Sri Wibowo, dimulai dari Alun-alun Batang, Jalan Jenderal Sudirman (pantura), Jalan Slamet Riyadi, pertigaan gabusan, Anjir atau Jalan Supriyadi, Karanganyar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan DR Wachidin, dan kembali ke kantor melintasi Jalan A Yani. “Ini operasi rutin bersama DPPKAD. Sasarannya adalah atribut reklame yang telah melewati masa kadaluarsa, maupun yang pemasangannya melanggar peruntukan tempat di wilayah kota,” kata Kasatpol PP Ulul Azmi.

Hasilnya Satpol berhasil membredel atribut, yang terbukti melanggar aturan. Adapun atribut mencakup empat buah baliho besar, 9 banner, empat spanduk, dan empat pamflet. “Selain menyalahi aturan waktu tayang dan peruntukan, beberapa atribut reklame itu juga mengganggu keindahan kota dan merusak pepohonan peneduh jalan. Karena intensitas pemasangannya tinggi, maka operasi penertibannya pun kami agendakan rutin,” tegas Ulul. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.