Siaga Bencana Berakhir Maret

363

SEMARANG – Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan tingkat jumlah bencana tertinggi di Indonesia. Oleh karenanya, upaya penanggulangan mutlak dilakukan setiap saat agar tidak terjadi banyak korban yang tidak diharapkan.

”Banyak hal telah kita upayakan. Pertama dengan mengeluarkan surat gubernur tentang siaga bencana yang berakhir hingga Maret mendatang. Selain itu, penguatan dana siap pakai untuk masing-masing kabupaten/kota telah kita berikan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana kepada Radar Semarang.

Sarwa menjelaskan, pemberian dana penguatan untuk pengadaan posko, logistik, peralatan, dan juga monitoring. Jumlahnya bervariasi untuk masing-masing kabupaten/kota. ”Total seluruhnya sekitar Rp 8 miliar. Sementara untuk provinsi sekitar Rp 400 juta,” bebernya.

Selain dana tersebut, lanjut Sarwa, disediakan juga dana dari APBD untuk pengadaan logisitik pada akhir Desember lalu sebesar Rp 1,1 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada masing-masing Kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. ”Intinya untuk logistik sudah lebih dari cukup,” imbuhnya.

Sarwa menambahkan, bencana yang paling banyak terjadi dan perlu diwaspadai di Jawa Tengah adalah bencana longsor. Menurutnya, hampir setiap hari ada titik-titik longsor meskipun tidak berdampak kepada masyarakat luas. ”Jadi sifatnya masih longsor kecil seperti yang terjadi di Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Karanganyar. Korbannya masih bisa diminimalisir,” terangnya.

Disinggung berapa persentase jumlah total bencana yang terjadi di Jawa Tengah hingga saat ini, Sarwa mengaku belum melakukan inventarisasi. Sehingga belum diketahui secara pasti jumlahnya. Meski begitu ia memastikan bahwa bencana terbesar adalah longsor diikuti banjir. ”Akhir Februari nanti akan kita laporkan kepada masyarakat dan press release kepada teman-teman media,” pungkasnya. (fai/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.