Siapkan Souvenir Khas Sejuta Bunga

987
OLEH-OLEH: Sejumlah kerajinan tangan dengan tema bunga hasil pelatihan pembuatan souvenir untuk menunjang program Ayo ke Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
OLEH-OLEH: Sejumlah kerajinan tangan dengan tema bunga hasil pelatihan pembuatan souvenir untuk menunjang program Ayo ke Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
OLEH-OLEH: Sejumlah kerajinan tangan dengan tema bunga hasil pelatihan pembuatan souvenir untuk menunjang program Ayo ke Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Pemkot Magelang tiada habisnya menggelar kegiatan pembangunan untuk memajukan Kota Gethuk itu. Pelaku industri kecil menengah (IKM) diminta mampu menghasilkan souvenir Sejuta Bunga sebagai buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota yang gencar promosikan Ayo ke Magelang tersebut.

Sebanyak 20 peserta perwakilan IKM dari 3 kecamatan Magelang Utara, Tengah dan Selatan mengikuti pelatihan pembuatan souvenir di aula Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang selama tiga hari, 16-18 Februari. Berbagai kreasi handycraft atau kerajinan tangan dibuat di pelatihan ini untuk memunculkan kerajinan yang berkualitas dan menjadi cenderamata khas Magelang.

“Kebetulan tahun ini tahapan Ayo ke Magelang 2015, diharapkan pula memiliki souvenir ciri khas Sejuta Bunga yang bisa dibawa pulang wisatawan setelah berkunjung ke kota kita,” kata Kabid Industri, Diskoperindag Kota Magelang, Siti Aisyah, Selasa (17/2).

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, peserta sengaja dipilih yang sudah memiliki usaha kerajinan. Dengan demikian, para peserta diharapkan lebih mudah menangkap materi yang diberikan karena sudah punya pengalaman.

“Semoga bisa menghasilkan seperti gantungan kunci, dan beberapa kerajinan yang ada bunga-bunganya,” jelasnya.

Dia berambisi, IKM di Kota Magelang siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir Desember mendatang. Menyadari belum mampu bersaing dalam sisi kualitas maupun pemasaran, pelatihan seperti ini perlu dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan mampu diterima pasar.

“Memang belum bisa bersaing. Tapi harus dituntut supaya tidak ketinggalan. Sejauh ini produksi mereka (IKM, red) hanya berdasarkan pesanan saja,” tambahnya.

Pelatihan ini disambut baik oleh peserta. Erna Endarwati, 45, warga Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara yang biasanya membuat pernak-pernik dan usaha bordir mengaku mendapatkan ilmu-ilmu baru yang sebelumnya tak banyak diketahuinya. Dia terbantu dengan materi pembuatan bunga dan pemanfaatan kerajinan dari limbah.

“Senang sekali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Saya bisa mendapatkan ilmu yang sebelumnya belum saya mengerti,” jelasnya perempuan berjilbab tersebut.

Sementara itu, pelatih yang didatangkan dari Jiro Production Jogjakarta, Giswandari Ratna Setyawati, 46, mengungkapkan, pelatihan singkat tersebut memang dikebut. Pihaknya memberikan beberapa materi agar bisa dipelajari di rumah masing-masing.

“Materinya bikin bunga-bunga dengan variasi yang beda. Bahannya dari kain organdi, kemudian plastik bekas, dan besok (hari ini, red) dari kelobot jagung. Semuanya cepat nangkep, jadi saya kasih materi cukup banyak nanti aplikasinya mereka sendiri,” paparnya.

Pemanfaatan limbah juga ditekankan dalam pelatihan ini. Menurutnya, limbah akan bernilai ekonomis asal dapat dibuat sesuatu barang baru yang memiliki estetika dan tampilan yang menarik. Ratna mencontohkan, bros bunga dari kain perca yang menghabiskan bahan senilai Rp 3.000 bisa dijual hingga Rp 7.000. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.