Fokus Genjot Jam Terbang

458
DISIAPKAN : Petinju Jateng Musa Cahyadi menjadi salah satu petinju Jateng yang disiapkan menghadapi babak kualifikasi PON yang akan digelar tahun ini. (baskoro septiadi/Radar Semarang)
DISIAPKAN  : Petinju Jateng Musa Cahyadi menjadi salah satu petinju Jateng yang disiapkan menghadapi babak kualifikasi PON yang akan digelar tahun ini. (baskoro septiadi/Radar Semarang)
DISIAPKAN : Petinju Jateng Musa Cahyadi menjadi salah satu petinju Jateng yang disiapkan menghadapi babak kualifikasi PON yang akan digelar tahun ini. (baskoro septiadi/Radar Semarang)

SEMARANG – Pengprov Pertina Jateng terus menggenjot persiapan mereka untuk menghadapi babak kualifikasi ajang multi event empat tahunan PON XIX/2016 Jabar yang akan digelar pada tahun 2015 ini.

Ketua Harian Pengprov Pertina Jateng, Sudarsono mengatakan sistem Pra-PON kali ini berbeda dengan 2011 silam yang menggunakan tiga seri. Babak kualifikasi untuk PON Jabar dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Barat, Tengah dan Timur. “Jateng berada di zona tengah bersama DKI Jakarta, Jatim, Yogyakarta, NTB dan Kalimantan. Total cabang tinju PON menyediakan kuota 176 petinju (dikurangi 16 atlet dari tuan rumah Jabar) dan mempertandingkan 16 kelas, enam kelas putra dan 10 kelas putri,” kata Sudarsono.

Untuk menghadapi Pra PON sendiri saat ini Jateng telah menggelar Pelatda. Total sebanyak 18 petinju dan 5 pelatih telah masuk dalam program Pelatda yang disiapkan untuk turun di babak kualifikasi mendatang.

Diluar 18 petinju yang dipanggil, Sudarsono mengatakan, Pertina Jateng memberikan kesempatan kepada Pengkab/Pengkot Pertina dan sasana untuk mengirimkan petinju yang dianggap potensial untuk masuk pelatda.

Mereka tetap diperlakukan sama yaitu tetap menjalani tes, yang meliputi kondisi fisik, kesehatan dan skill. Dia menyebut, memang ada petinju eks PON 2012 yang belum masuk daftar 18 petinju karena berbagai hal. Misalnya Ferniwati Lase dan Yulius Mauk atau eks petinju yang sempat lolos ke PON 2008 Kaltim tapi gagal tampil yaitu Rudi Hartono. ”Mereka tetap menjalani tes sesuai kaidah-kaidah di Pertina,” katanya.

Sementara Ketua Umum Pengprov Pertina Simon Legiman, mengatakan untuk menghadapi Pra PON dan PON mendatang mayoritas petinju Jateng adalah muka baru yang minim pengalaman atau jam terbang.

Namun dia optimistis, dengan masa Pelatda Pra-PON yang cukup yaitu sekitar 10 bulan, tim pelatih bisa memoles mereka agar memiliki skill yang bagus. ”TC Pra-PON sekitar 10 bulan, dan selanjutnya Pelatda PON mungkin setahun. Kami belajar dari pengalaman PON 2012. Kita juara umum di Pra-PON, tapi mengecewakan saat PON. Itu tak boleh terjadi lagi untuk PON Jabar yang juga kandang macan cabang tinju. Kami persiapan lebih lama, ada tim pelatih dan tim pakar yang bakal menangani anak-anak. Kami juga sediakan mes yang representatif,” kata Simon. (bas/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.