Kini, Pengeluaran SIM Diperketat

343
UJIAN PRAKTIK SIM : Bagian Urusan (Baur) SIM, Aiptu Supriyanto mengawasi ujian praktik mengendarai sepeda motor bagi pemohon SIM C. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
UJIAN PRAKTIK SIM : Bagian Urusan (Baur) SIM, Aiptu Supriyanto mengawasi ujian praktik mengendarai sepeda motor bagi pemohon SIM C. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
UJIAN PRAKTIK SIM : Bagian Urusan (Baur) SIM, Aiptu Supriyanto mengawasi ujian praktik mengendarai sepeda motor bagi pemohon SIM C. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Pengeluaran Surat Izin Mengemudi (SIM) C untuk pengendara sepeda motor semakin diperketat. Harapannya, para pengendara benar-benar menguasai tentang kelalulintasan, sehingga keselamatan berlalulintas dapat terwujud.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad melalui Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Yudha Widyatmiko mengatakan, untuk meningkatkan ketrampilan teknis berkendara bagi masyarakat untuk safety riding, Satlantas membuat simulasi ujian SIM di tempat-tempat umum. Sehingga masyarakat dapat berlatih sendiri agar pandai berkendara.

“Sesuai petunjuk Korlantas kami harus melakukan pengetatan SIM dan ujian praktik harus bagus. Harapan kami, pemilik SIM benar-benar memiliki kemampuan berkendara yang baik, sopan dan taat peraturan di jalan raya sehingga dapat mewujudkan keselamatan lalulintas,” tutur Kasatlantas, di Kantor Satlantas Ungaran, Rabu (18/2) kemarin.

Satlantas juga melakukan terobosan baru, imbuhnya, untuk meningkatkan kemampuan berkendara bagi masyarakat, yakni dengan membuat lokasi simulasi ujian SIM yang sesungguhnya di tempat-tempat umum. Sehingga masyarakat dapat berlatih sendiri agar mahir dalam berkendaraan.

“Kami akan bekerja sama dengan menggandeng pengelola lokasi wisata, sekolah, lapangan desa dan lokasi yang mudah dijangkau langsung oleh masyarakat. Sehingga masyarakat dapat berlatih sendiri bagaimana berkendara dengan baik,” imbuhnya.

Bagian Urusan (Baur) SIM Satlantas Polres Semarang, Aiptu Supriyanto menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk berkendara memang harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan sosialisasi di seluruh lapisan masyarakat. Supriyanto menambahkan perlunya tertib adiminstrasi SIM, misalnya masih ada SIM yang dikeluarkan Polres Semarang tapi KTP-nya dikeluarkan di kota lain. Hal itu, sering terjadi ketika warga tersebut pindah rumah. Sehingga perlu mutasi SIM sesuai KTP.

“Kalau alamat di KTP dan SIM tidak sama, nantinya akan repot sendiri ketika diberlakukan SIM online yang dapat diperpanjang di daerah manapun,” ungkap Supriyanto. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.