Petani Buah Naga Gagal Panen

461
TIDAK MAKSIMAL: Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, membuat petani buah naga mengalami gagal panen. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
TIDAK MAKSIMAL: Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, membuat petani buah naga mengalami gagal panen. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
TIDAK MAKSIMAL: Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, membuat petani buah naga mengalami gagal panen. (FOTO: ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

TAWANGSARI – Tingginya permintaan buah naga saat Imlek atau Sincia, ternyata tidak diimbangi dengan hasil panen buah naga yang melimpah. Petani buah naga pun terpaksa harus gigit jari lantaran hasil panen buah naga gagal total akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir.

Padahal buah yang memiliki bentuk mirip binatang fiksi naga ini banyak dicari oleh warga Tionghoa pada perayaan tahun baru Imlek. Selain untuk dikonsumsi, buah naga juga digunakan sebagai pelengkap untuk persembahyangan. ”Permintaannya sangat tinggi, bahkan hampir 80 persen sehari sebelum hari H tahun baru Imlek, tapi kita tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena hasil panen yang buruk,” kata Ragil Romansah, pengelola kebun buah naga di Grand Marina ini.

Menurut Ragil, permintaan banyak dari Kota Bandung dan Surabaya. Namun karena panen yang buruk lantaran curah hujan yang sangat tinggi, membuat buah dan batang pohon buah dengan nama latin Hylocereus Undatus ini membusuk. ”Curah hujan yang tinggi membuat tanaman ini membusuk. Buahnya pun busuk dan jatuh sebelum matang, kalau pun berbuah pasti buahnya kecil,” keluhnya.

Akibat hasil panen yang minim, tentunya membuat petani merugi, idealnya lahan seluas satu setengah hektare bisa menghasilkan 10 kuintal buah naga. Namun, akibat curah hujan yang tinggi beberapa akhir ini pohon dan buah naga membusuk. Padahal banyak buah yang mestinya dipanen tiga hari sebelum Imlek. ”Buah yang hampir matang jadi busuk karena hujan, saat ini kebun ini hanya bisa menghasilkan 1 kuintal saja. Itu pun buah yang dipanen tidak maksimal,” tandasnya.

Walaupun panen tidak begitu maksimal, harga buah naga mengalami kenaikan setiap Imlek, kenaikan yang terjadi dinilai masih kecil. Ragil membeberkan jika 2 tahun lalu buah naga merah kebunnya per kilogramnya bisa mencapai harga Rp 25 ribu. Di tahun ini, sekilo harga buah naga hanya Rp 17 ribu. Sementara untuk hari biasa hanya Rp 15 ribu perkilogram. ”Harganya tidak sampai Rp 20 ribu per kilogramnya, hal ini terjadi lantaran banyak buah naga impor yang masuk ke Kota Semarang sehingga membuat harga buah naga lokal turun harga,” pungkasnya. (den/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.