Bayi Ditinggal di Halte

376
BAYI MALANG: Monah menggedong bayi yang ditinggal ibunya di halte Weleri saat melapor di Mapolsek Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
BAYI MALANG: Monah menggedong bayi yang ditinggal ibunya di halte Weleri saat melapor di Mapolsek Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
BAYI MALANG: Monah menggedong bayi yang ditinggal ibunya di halte Weleri saat melapor di Mapolsek Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Seorang ibu tega meninggalkan bayi perempuannya yang belum genap 3 bulan di sebuah halte bus Jalur Pantura Weleri, Kendal kemarin. Tepatnya di halte depan Kantor Pos Weleri. Bayi tersebut sengaja ditinggal oleh orang tuannya. Sebab, sebelum ditinggal bayi dititipkan kepada calon penumpang bus yang sedang antre di halte, yakni Monah, 33, warga Kebonharjo, Patebon.

Monah mencertiakan, jika awalnya ia sedang menunggu bus di halte depan Kantor Pos Weleri. Tiba-tiba datang seorang ibu menggendong bayi. Ibu tersebut minta tolong untuk menjaga anaknya serta tas berisi perlengkapan bayi, dengan alasan hendak mengambil uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

“Tapi hingga empat jam ditunggu, ibu bayi tidak kunjung kembali. Karena bingung, saya akhirnya memutuskan mendatangi kantor polisi,” ujarnya kepada Radar Semarang, Kamis (19/2).

Dia mengatakan, bayi yang ditinggal ibunya itu sempat dibawanya naik angkutan dengan maksud dibawa pulang. Namun sampai Pasar Sore Kaliwungu, bayi perempuan ini menangis dan rewel. “Saya bingung dan kemudian mendatangi Polsek Kaliwungu untuk melaporkan kejadian ini,” jelasnya.

Petugas Polsek Kaliwungu lantas berkoordinasi dengan Polsek Weleri, untuk memastikan apakah ada laporan kehilangan bayi yang masuk. “Kami masih menunggu laporan dari Polsek Weleri, sebab TKP tidak di Kaliwungu, tapi di Weleri,” kata Kapolsek Kaliwungu AKP Ujang Syamsudin.

Untuk menjaga hal yang buruk terjadi pada sang bayi, khususnya kesehatannya, pihaknya menghubungi petugas Dinas Sosial. Untuk sementara, bayi tak berdosa itu dititipkan di Puskesmas setempat.

“Jika bayi tersebut tidak diambil orangtuanya, berarti bayi sengaja dibuang dan selanjutnya akan dibawa ke panti sosial,” ujarnya. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.