Imlek, Sam Poo Kong Dibanjiri Pengunjung

496
LIBUR IMLEK: Ribuan warga menyaksikan pentas barongsai yang digelar saat perayaan tahun baru Imlek 2566 di Kelenteng Sam Poo Kong kemarin. (kanan) Warga Tionghoa khusyuk berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
LIBUR IMLEK: Ribuan warga menyaksikan pentas barongsai yang digelar saat perayaan tahun baru Imlek 2566 di Kelenteng Sam Poo Kong kemarin. (kanan) Warga Tionghoa khusyuk berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
LIBUR IMLEK: Ribuan warga menyaksikan pentas barongsai yang digelar saat perayaan tahun baru Imlek 2566 di Kelenteng Sam Poo Kong kemarin. (kanan) Warga Tionghoa khusyuk berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

GEDUNGBATU – Perayaan tahun baru Imlek 2566, Kamis (19/2), sejumlah kelenteng di Kota Semarang dipadati ribuan warga Tionghoa untuk bersembahyang. Selain warga Tionghoa, ribuan wisatawan tak kalah antusias untuk menghabiskan hari libur mereka.

Di Kelenteng Sam Poo Kong misalnya. Selain dipadati umat Tridharma yang tengah bersembayang, juga ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk berlibur atau sekadar berfoto-foto di petilasan Laksamana Cheng Ho tersebut.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, ribuan pengunjung mulai memadati kelenteng sekitar pukul 09.00. Terlihat antrean di loket penjualan tiket masuk mengular hingga sepanjang 10 meter. Harga tiket masuk sama dengan tahun lalu, yakni Rp 3.000 untuk pengunjung baik anak-anak maupun dewasa.

Selain itu, kepadatan pengunjung kemarin juga tampak di area parkir. Bahkan, arus lalu lintas di kawasan sekitar kelenteng mengalami kemacetan. Para pengunjung sengaja datang untuk menyaksikan pentas barongsai yang ditunggu-tunggu wisatawan. Pentas barongsai digelar dua kali pada pukul 09.00 dan 14.00. Pertunjukan barongsai dimainkan oleh siswa SMK Akpelni yang tergabung dalam kelompok barongsai ”Elang Terbang dari Timur”.

”Pertunjukan barongsai sengaja dihadirkan untuk para pengunjung. Prediksi kami kelenteng ini selalu ramai pengunjung saat Imlek seperti tahun lalu,” kata Ketua Pengurus Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi Setiakusuma kepada Radar Semarang.

Ia mengaku, kemarin pengunjung mengalami kenaikan 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Diprediksi, sekitar 6 ribu pengunjung datang untuk berwisata di Kelenteng Sam Poo Kong. ”Pastinya belum kami hitung, tapi kenaikannya sangat besar. Kira-kira pada hari ini saja (kemarin, Red) ada 6 ribu pengunjung,” paparnya.

Menurut dia, ramainya pengunjung tidak sampai mengganggu aktivitas umat yang berdoa. Hal ini lantaran objek wisata terpisah dari tempat peribadatan. ”Ada batasnya yakni pagar dan sungai, jadi umat yang berdoa tidak terganggu. Layanan doa dibuka hingga Minggu (22/2) besok,” ucapnya.

Untuk pengamanan pengunjung, lanjut Mulyadi, pihaknya menerjunkan sebanyak 18 orang yang dibantu petugas gabungan dari kepolisian dan koramil.

Salah satu warga Tionghoa, Evelyn, 40, mengatakan, selain berdoa bersama sanak keluarganya, ia juga ingin menonton kesenian barongsai yang ditampilkan di Kelenteng Sam Poo Kong. ”Tak hanya beribadah, anak-anak juga saya ajak untuk melihat kesenian khas Tiongkok tersebut secara langsung,” katanya.

Pengunjung lainnya, Yudi Prasetyo, mengaku terhibur dengan pentas barongsai yang dimainkan oleh para siswa tersebut. ”Pertunjukan barongsai sangat bagus. Lihat saja anak-anak sangat senang melihatnya. Bahkan anak kecil yang melihat juga tidak merasa takut. Mereka malah mendekat sambil berfoto-foto. Arsitektur bangunan kelenteng juga terlihat menarik. Bagus untuk foto-foto juga,” ujarnya.

Sementara itu, sembahyang tahun baru Imlek di Kelenteng Grajen Jalan MT Haryono berlangsung khusyuk. Tak hanya warga Tionghoa Semarang saja yang datang, namun juga umat Tridharma dari beberapa kota, seperti Jogja dan Rembang.

”Hari Raya Imlek ini sudah tradisi, pasti ramai orang yang sembahyang. Kalau hari biasa hanya ada beberapa orang, tapi sekarang hampir setiap jam ada sekitar 20-30 orang lebih, sehingga kelenteng tampak sesak,” ucap Haryanto, salah satu umat warga Pringgading usai bersembahyang.

Di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Lombok kemarin juga dipadati umat Tridharma yang bersembahyang. Sementara di sekitar kelenteng dipenuhi warga miskin yang menanti uluran rezeki dari para umat yang bagi-bagi angpao.

”Sejak pagi pukul 06.00 Kelenteng Tay Kak Sie dipadati warga Tionghoa yang silih berganti sembahyang di sini. Suasana akan semakin ramai hingga malam hari yang tujuan mereka sembahyang dan berdoa di tahun mendatang agar diberikan rezeki dan kesehatan,” tutur Rahmawati, warga Gang Pinggir yang biasa sembahyang di Kelenteng Tay Kak Sie. (den/mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.