Istri Pensiunan TNI Tewas di Kamar PIL

350

BENDAN DUWUR – Seorang wanita berinisial Mur, 40, warga Semarang, ditemukan tewas misterius di kamar kos di Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (19/2) sekitar pukul 06.00.

Korban yang menurut informasi, merupakan istri pensiunan anggota TNI itu, meninggal di kamar kos pria kenalannya, MH, 26, warga asli Probolinggo, Jatim. Keduanya diduga sempat menjalin hubungan ”spesial” setelah berkenalan melalui jejaring sosial Facebook.

Menurut keterangan MH, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat mengeluh tidak enak badan. MH lantas membelikan obat anti masuk angin, Antangin.

”Saya belikan obat masuk angin Antangin, kemudian saya kerokin. Sempat sesak napas dan muntah-muntah, lalu saya suruh tidur. Pagi harinya sudah meninggal,” kata MH di lokasi kejadian.

MH mengaku kenal dengan korban sejak 2 tahun lalu lewat Facebook. Keduanya kemudian intens berkomunikasi melalui telepon. Dalam perkembangannya, MH yang tinggal di Probolinggo, diminta ke Semarang oleh korban. Sejak itu, diduga MH menjadi PIL alias pria idaman lain korban.

Menurut MH, ia diminta ke Semarang untuk membantu bisnis kerupuk milik korban, yang dipasarkan ke sejumlah warung nasi kucing.

”Saya ngekos di sini sejak 2 bulan lalu. Saya tidak tahu kalau dia punya suami dan punya anak. Baru mengetahui setelah kejadian ini,” kilahnya.

Dikatakan MH, biasanya korban pulang ke rumahnya. Namun pada Rabu (18/2) sore, korban datang ke kos yang ditempatinya. Tak lama setelah datang, korban mengeluh sakit. ”Dia (korban) saya belikan obat dan saya suruh tidur. Saya tahu kalau dia meninggal setelah bangun tidur,” katanya.

Mendapati korban tak bernapas, sontak MH panik, lalu memberitahu penghuni kos yang lain. Sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Menurut keterangan salah seorang saksi yang juga tetangga korban di lokasi kejadian, Mur berstatus masih mempunyai suami, pensiunan TNI yang saat ini sedang sakit.

”Saya diminta mengawasi dia (korban) sama suaminya. Saya pikir dia jualan kerupuk untuk membantu biaya pengobatan suaminya,” ungkapnya.

Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Gajahmungkur tiba di lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi adanya penganiayaan ataupun pembunuhan. Petugas menemukan bekas bungkus obat Antangin dan obat sakit kepala Oskadon.

Diduga korban meninggal akibat sakit. Namun untuk memastikan penyebab kematiannya, pihak kepolisian membawa jenazah korban ke RSUP dr Kariadi Semarang guna divisum. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.