Pedagang Inginkan Satu Pintu

385

PETERONGAN – Pedagang Pasar Peterongan yang sebelumnya menempati di Jalan Peterongan mengaku siap pindah ke tempat relokasi lantai atas Pasar Inpres. Namun para pedagang menuntut supaya jalur masuk tempat relokasi dibuat satu pintu.

Dari pantauan di lapangan, Dinas Pasar Kota Semarang sudah membuat lapak-lapak di lantai dua Pasar Inpres. Lapak yang disediakan sejumlah 104 tempat dengan ukuran masing-masing lapak seluas 1,5 x 2 meter. Tempat relokasi tersebut memiliki dua pintu menuju lantai atas.

Harsudi, salah seorang pedagang buah mengakui siap pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan, dengan catatan akses menuju lantai dua pasar inpres dibuat satu pintu. ”Kalau bisa satu pintu jadi pengunjung mau tidak mau lewat pintu itu, jadi kan ramai,” katanya.

Dirinya sebenarnya berharap kepada Dinas Pasar agar lapak relokasi diperluas, jika terlalu sempit, dagangannya tidak akan muat. ”Sebenarnya keberatan, ukuran lapak saya sebelumnya 3×4 meter. Tapi mau gimana lagi,” keluhnya.

Hal sama juga diungkapkan pedagang bumbon, Sri Utaminingsih. Dia mengakui ukuran lapak yang ditempatinya semakin sempit dari lapak sebelumnya saat berjualan di Jalan Peterongan. Dirinya memiliki lapak dengan ukuran luas 4×4 meter. ”Lihat saja, barang saya sangat banyak. Sedangkan lapak di tempat relokasi semakin kecil. Terus, barang-barang saya akan ditempatkan di mana. Saya juga khawatir jualan semakin sempit dan pendapatan semakin menurun drastis,” ujarnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko menyatakan, Pasar Inpres adalah satu-satu tempat relokasi yang memungkinkan dan paling representatif. Ukuran lapak di tempat relokasi memang tidak bisa disesuaikan dengan lapak semula karena keterbatasan lahan. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.