SDN 03 Pakintelan Disegel Warga

468
DISEGEL: Pintu gerbang SDN 03 Pakintelan ditutup ranting pohon dan bambu oleh pihak ahli waris. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Pintu gerbang SDN 03 Pakintelan ditutup ranting pohon dan bambu oleh pihak ahli waris. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Pintu gerbang SDN 03 Pakintelan ditutup ranting pohon dan bambu oleh pihak ahli waris. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)

GUNUNGPATI – Lagi, gedung sekolah negeri di Kota Semarang disegel warga. Kali ini terjadi di SD Negeri 03 Pakintelan, Gunungpati. Rabu (18/2) sekitar pukul 05.00 lalu, sekolah tersebut disegel oleh pihak ahli waris yang mengaku sebagai pemilik lahan. Pintu gerbang sekolah itu dikunci serta dipenuhi ranting pohon dan bambu. Praktis, proses belajar mengajar hari itu gagal dilakukan. Para siswa pun diminta pulang ke rumah.

Salah satu guru SDN 03 Pakintelan yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan lokasi sekolah, Indarti, mengatakan, ia mengetahui sekolahnya disegel pada saat akan berangkat mengajar. ”Saat saya pergi ke sekolah untuk mengajar, saya melihat anak-anak pada berjalan pulang. Lantas saya tanya, mereka serempak menjawab jika sekolah disegel oleh seseorang,” ujar Indarti saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, Kamis (19/2).

Indarti pun lantas menghubungi Kepala SDN Pakintelan 3, Muhamad. Saat itu, Muhamad membenarkan kalau sekolah telah disegel oleh beberapa orang yang mengaku ahli waris dari pemilik tanah. Karena disegel, siswa akhirnya dipulangkan. ”Saya tahunya cuma itu. Beberapa orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah juga kaget dengan penyegelan tersebut,” tutur guru yang mengajar kelas 4 ini.

Hingga Kamis (19/2) siang, terlihat pintu gerbang sekolah tersebut masih tersegel, digembok, dan ditutupi ranting pohon. Selain ranting pohon, terlihat sejumlah batang bambu sengaja dipasang menjadi portal guna menutup akses masuk di pintu utama SD tersebut.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, Rabu pagi lalu sejumlah warga berjalan ke arah sekolah sembari membawa bambu dan ranting pohon. Mereka juga membawa spanduk warna kuning berisi tuntutan penyegelan SDN 03 Pakintelan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, mengaku sudah menerima laporan adanya penyegelan gedung sekolah tersebut. Namun saat dikonfirmasi penyebab penyegelan itu, ia mengarahkan untuk mencari penjelasan ke Sekda Kota Semarang.

Kepala SDN 03 Pakintelan, Muhamad, mengatakan, jika sekolah tersebut sudah berdiri sejak 1978. Saat itu, penyelesaian sengketa lahan sudah diselesaikan antara Pemkot Semarang dan pihak ahli waris. ”Penyerahan dokumen dan berkas-berkas yang lain memang sebelumnya sudah dilakukan oleh pihak ahli waris. Rekening dari ahli waris juga sudah diberikan ke pihak pemkot, namun sampai Rabu lalu, janji pemkot untuk mentransfer uang ke rekening tersebut tak kunjung dilakukan. Sehingga pihak ahli waris marah dan menyegel sekolah kami,” katanya.

Pihaknya tidak mengetahui harga pasti terkait pembelian tanah sekolah itu. Ia hanya mengetahui tanah yang dijanjikan oleh pemkot untuk dilakukan tukar guling (ruilslag) dengan sekolah tersebut.

Muhamad mengakui, jika sejak disegelnya gedung sekolah itu, kegiatan belajar mengajar terganggu. Terpaksa, seluruh siswa harus dipulangkan. Pihaknya sudah melakukan persiapan, jika beberapa waktu ke depan sengketa tanah sekolah tersebut belum terselesaikan.

”Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan SD Mangunsari untuk meminjam gedung sekolahnya agar siswa tetap dapat belajar, dan proses KBM dilakukan pada sore hari setelah siswa SD Mangunsari pulang,” tuturnya.

Terpisah, Humas Pemkot Semarang, Achyani, menginformasikan, proses sengketa tanah dengan ahli waris sudah mencapai titik kesepakatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak ahli waris karena memberikan kesempatan kepada Pemkot Semarang mengurus proses administrasi penyelesaian, sekaligus mengizinkan proses belajar mengajar di SD tersebut berlangsung.

”Kami sudah komunikasikan dengan pihak ahli waris. Kami sudah bertemu. Ada Kepala Dinas Pendidikan, Asisten I dan Sekda Semarang. Sudah ada kesepakatan dalam perundingan tersebut,” ujarnya.

Achyani menyampaikan, agar para orang tua siswa SDN 03 Pakintelan tidak perlu khawatir lagi. Proses belajar mengajar di sekolah tersebut bisa dimulai seperti sedia kala pada Jumat (20/2) hari ini. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.