Warga Dua Dusun Akan Direlokasi

414

BANYUBIRU- Sebanyak 240 jiwa yang tinggal di Dusun Krajan Kidul dan Wirogomo, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, akan direlokasi. Pasalnya, dua dusun tersebut berada di bawah Bukit Gunung Kelir yang rawan longsor dan untuk menghindari adanya korban jiwa.

“Tanah di kaki bukit tersebut mengalami longsor dan tanahnya terus bergerak. Dikhawatirkan akan menyebabkan batuan cadas dan tanah di Gunung Kelir longsor menimpa kedua dusun tersebut,” kata Camat Banyubiru, Suratno.

Karena itulah, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Semarang telah melakukan tinjauan di kaki bukti Gunung Kelir di Desa Wirogomo, Kamis (12/2) lalu pasca terjadi longsor.

Menurut Suratno tanah yang longsor berada di kaki bukit. Jika terjadi longsor susulan, dikhawatirkan tanah dan batuan cadas di atas bukit akan longsor menimpa permukiman warga. “Jadi Gunung Kelir itu growong bagian tengahnya karena tanahnya longsor. Tepatnya di atas Dusun Kendal Ngisor yakni pada ketinggian 200 meter dari permukaan tanah dengan kemiringan 80 derajat,” tutur Suratno, saat ditemui Kamis (19/2) kemarin.

Lebih rinci Suratno memaparkan, pada ketinggian 200 meter dari permukaan tanah tersebut ada beberapa titik tanah longsor yakni longsor dengan panjang 1 x 4 meter. Pada lokasi longsor pertama menurut Suratno sudah dilakukan penanganan dengan membuat saluran air. Namun paling parah dan berbahaya yakni pada titik longsor sepanjang 20×10 meter. Sebab di atas titik longsoran itu ada batu cadas besar sepanjang 4 x10 meter yang sewaktu-waktu dapat runtuh karena tanah di bawahnya longsor akibat tergerus air hujan. Sampai saat ini titik longsoran paling besar ini, belum ditangani.

“Jika terjadi longsor susulan dan tanahnya terus tergerus, batuan cadas di atasnya dapat sewaktu-waktu longsor menimpa SMP 3 Wirogomo, Dusun Wirogomo Tengah sebanyak 40 jiwa yang menempati 15 rumah, Dusun Krajan Kidul dengan 200 jiwa yang menempati 89 rumah. Kalau tidak segera ditangani peristiwa Banjarnegara bisa terulang di sini,” kata Suratno.

Kata Suratno, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk meminta para perangkat desa maupun dusun untuk siaga dan membuat jalur evakuasi. Saat ini, mulai dilakukan kerjabakti untuk membelokan aliran air sehingga tidak menggerus tanah. Lalu membuat trucuk bambu penahan tanah longsor dan membuat alat sederhana pendeteksi pergerakan tanah menggunakan bambu yang dipantau rutin setiap hari.

“Kami menghimbau agar warga selalu siaga, terutama saat hujan deras. Jalur evakuasi juga sudah disosialisasikan, agar warga tidak bingung saat bencana datang. Kami sudah menyampaikan masalah ini kepada Pak Bupati dan BPBD. Untuk menghindari korban, langkah paling tepat adalah relokasi warga,” imbuhnya.

Namun rencana relokasi belum bisa dilaksanakan, sebab butuh sosialisasi pada warga serta mencari lahan untuk tempat tinggal. “Strategi relokasi masih kami bahas, paling tidak jika direlokasi dengan mencari lahan di seputar Wirogomo,” pungkasnya. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.