Satpol PP Tanam Mangrove di Sigandu

364
CEGAH ABRASI : Ratusan anggota Satpol PP se-karesidenan Pekalongan melakukan aksi tanam mangrove, di Desa Sigandu, Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
CEGAH ABRASI : Ratusan anggota Satpol PP se-karesidenan Pekalongan melakukan aksi tanam mangrove, di Desa Sigandu, Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
CEGAH ABRASI : Ratusan anggota Satpol PP se-karesidenan Pekalongan melakukan aksi tanam mangrove, di Desa Sigandu, Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)

BATANG- Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai Sigandu berdampak pada rusaknya objek wisata tersebut sehingga tidak lagi diminati oleh pengunjung. Bahkan abrasi di sepanjang Pantai Sigandu tersebut telah mencapai 27 kilometer dan sulit untuk diperbaiki.

Untuk membenahi abrasi di pantai Sigandu, tidak hanya memerlukan biaya yang besar, namun juga waktu yang cukup lama. Untuk itu, Jumat (20/2) pagi, ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Batang, Pekalongan, Kendal, Tegal, Pemalang, Brebes dan Kota Pekalongan, melakukan aksi tanam seribu pohon mangrove di pantai Sigandu. Aksi tanam pohon mangrove tersebut, sebagai bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun Satpol PP Jateng.

Kepala Satpol PP Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan bahwa aksi tanam seribu pohon mangrove di pantai Sigandu melibatkan Satpol PP se-karesidenan Pekalongan. “Kegiatan bakti sosial penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian Satpol PP dalam ikut menjaga pelestarian lingkungan, untuk konservasi hutan atau lahan untuk mengurangi abrasi,” katanya.

Dia menandaskan, penanaman pohon mangrove juga untuk menjaga jalan baru Sigandu yang menghubungkan pantai Ujungnegoro dengan Desa Sigandu, yang saat masih dalam proses pembangunan. Menurutnya, tanaman mangrove diharapkan dapat mengurangi abrasi panti Sigandu, yang sudah cukup dekat dengan Jalan baru di Desa Sigandu tersebut. “Dengan adanya penanaman ini diharapkan abrasi tidak lagi meluas. Sehingga jalan baru Desa Sigandu ke Desa Ujungnegoro bisa terhindar dari abrasi,” tandasnya.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Tani, Desa Sigandu, Muradi, mengungkapkan aksi tanam pohon mangrove seharusnya dilakukan sejak jauh hari, sebelum terjadinya abrasi, bukan pada saat ada kegiatan kerja bakti saja. Menurutnya abrasi yang terjadi selama ini, karena sebagian lahan hutan mangrove di sekitar Sigandu telah beralih fungsi.

“Setelah ada penanaman seribu pohon mangrove ini, kami berharap Satpol PP juga harus menjaganya, dengan melarang alih fungsi,” ungkapnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.