Tak Pengaruhi Turis Australia ke Borobudur

416
RAMAI : Candi Borobudur tetap menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Turis dari Australia pun tetap berkunjung tak terpengaruh travel warning pemerintahnya. (RADAR KEDU)
RAMAI : Candi Borobudur tetap menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Turis dari Australia pun tetap berkunjung tak terpengaruh travel warning pemerintahnya. (RADAR KEDU)
RAMAI : Candi Borobudur tetap menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Turis dari Australia pun tetap berkunjung tak terpengaruh travel warning pemerintahnya. (RADAR KEDU)

MUNGKID– Ancaman pemerintah Australia supaya warganya tak berkunjung ke Indonesia sebagai bentuk protes ekskusi mati sindikat narkoba Bali Nine belum berpengaruh. Terbukti, kunjungan turis asal negeri kanguru di Borobudur tak mengalami penurunan.

Catatan Kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur hingga 31 Januari 2015, ada 515 orang wisatawan (wisman) Australia mengunjungi candi Buddha terbesar di dunia itu. Sedangkan pada 2014 lalu, kata ada 7.153 orang wisman Australia atau sekitar 2-3 persen saja dari seluruh wisatawan asing.

“Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Tidak ada pembatalan (kunjungan wisata) wisman Australia ke Candi Borobudur pascaputusan eksekusi mati Bali Nine,” kata Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Aryono Hendro Malyanto, kemarin. Menurut Aryono, wisman Australia yang datang ke Candi Borobudur tidak sebanyak wisman dari negara-negara di Eropa dan Asia. Sepanjang 2014 lalu, kunjunan wisman masih didominasi dari Belanda sebanyak 42.096 orang, disusul Jepang 38.643 orang, kemudian Malaysia 26.531 orang, Perancis 25.608 orang dan Jerman 19.876 orang.

Sejauh ini, lanjut Aryono, travel warning akibat kasus narkoba yang dikeluarkan oleh negara tertentu tidak cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisata ke candi peninggalan dinasti Syailendra itu. Pengaruh baru terasa pascaterjadi aksi teroris atau bencana alam, seperti saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, erupsi Gunung Kelud 2013, gempa bumi dan lain-lain
“Mungkin travel warning karena kejahatan tertentu sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan,” tandas Aryono.

Namun Aryono tidak menampik, jika awal tahun 2015 ini jumlah kunjungan memang menurun. Hal itu disebabkan beberapa faktor, seperti cuaca hujan yang mengguyur kawasan Borobudur belakangan ini. Setiap akhir pekan pun jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 9000 orang.

“Hari ini (kemarin) ada yang cukup menggembirakan, karena ada wisman dari Roterrdam yang datang sebanyak 397 orang. Mereka merupakan wisman yang menumpang kapal pesiar dan turun di pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” ungkap Aryono.

Mc Cahill, 36, salah satu wisatawan asal Australia mengaku sudah tahu adanya instruksi dari pemerintahnya. Hanya saja, dia tidak mau membatalkan rencana perjalanan ke Indonesia yang sudah jauh-jauh hari direncanakan. “Saya pikir ke Indonesia adalah kunjungan yang paling mengesankan,” kata pria asal Melbourne ini. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.