Jalur Lingkar Luar Butuh Rp 1 M

442
Iswar Aminnudin. (DOK/RADAR SEMARANG)
Iswar Aminnudin. (DOK/RADAR SEMARANG)
Iswar Aminnudin. (DOK/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Pembangunan Semarang Outer Ring Road (jalur lingkar luar Semarang) rencanannya akan dimulai dari titik utara. Mulai Arteri Kaliwungu hingga arteri Yos Sudarso. Butuh anggaran sekitar Rp 1 triliun untuk merealisasikan jalur lingkar yang menyisir pantai utara Kota Semarang itu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminnudin. Menurutnya, anggaran pembangunan memang sangat fantastis, mengingat lokasi pembangunannya di pesisir pantai dan menggunakan sistem kaki seribu. ”Konstruksinya yang mahal, apalagi kaki seribu,” kata Iswar.

Iswar menyatakan, upaya mewujudkan pembangunan jalur lingkar Semarang (utara, timur, selatan, barat) sudah dilakukan percepatan. Bahkan pemerintah pusat telah mengapresiasi niatan pemkot tersebut.

”Kami serius melakukan pembangunan jalur lingkar luar ini. Keseriusan kami tentu mulai dari FS (feasibility study), DED (detail engineering design), kemudian Amdal, dan Larap, sudah berjalan. Bahkan pembebasan lahan pun kami sudah mulai,” terang Iswar.

Hanya saja, lanjut Iswar, pemkot terkendala masalah pembiayaan. Sebab, di masa pemerintahan RI saat ini, pemkot terus proaktif meminta bantuan anggaran pembangunan kepada pemerintah pusat.

”Langkah yang sudah kita lakukan tentu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, kemudian secara bersama-sama kita ke Balai Besar di Surabaya. Dan Alhamdulillah (pembangunan SORR, Red) telah dimasukkan dalam rencana strategis (renstra) pemerintah pusat. Dan saat ini sudah sampai di Jakarta. Akhirnya, kami bisa memastikan SORR, sudah masuk dalam rencana strategis nasional,” tandasnya.

Setelah dipastikan telah masuk renstra, lanjut Iswar, pemkot akan mendorong agar pemerintah segera menganggarkan pembangunan tersebut. ”Kemarin kami sudah lakukan diskusi dengan Balai Besar, termasuk dengan Kemen PU melalui Direktorat Bina Marga. Data sudah kami serahkan semua, mulai dari perencanaan hingga upaya yang sudah kami lakukan,” jelasnya.

Menurut Iswar, pemerintah pusat akan intens melakukan pembangunan jalur lingkar luar di sisi utara. Dimulai dari Arteri, Kaliwungu (Kendal) hingga ke Jalan Arteri Yos Sudarso, menyusur sisi pantai utara.

”Jadi nanti akan tembus dari Mangkang ke Arteri Yos Sudarso, itu yang akan dilakukan. Nilainya kami hitung paling tidak dibutuhkan anggaran Rp 1 triliun, untuk lingkar luar sisi utara saja,” beber Iswar.

”Tahun ini kita juga sudah menganggarkan dana pembebasannya sekitar Rp 20 miliar-Rp 30 miliar. Mudah-mudahan tahun 2016 atau 2017, pemerintah pusat sudah melakukan pembangunan,” katanya.

Sebagai informasi, pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) lingkar utara dinilai banyak kalangan menjadi kebutuhan mendesak bagi Semarang. Wilayah barat kota sangat membutuhan jalur alternatif guna mengurai kepadatan jalur utama Semarang-Kendal (Jrakah-Krapyak-Kecamatan Tugu).

Sebelumnya, fokus pembebasan lahan dilakukan untuk jalur lingkar luar barat ke selatan, tepatnya dari Mangkang hingga Mijen. Namun saat ini fokus pengerjaan dialihkan ke sisi utara.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto mengatakan, kemacetan parah di jalur Semarang-Kendal terjadi karena selama ini Semarang minim jalur alternatif di wilayah barat. ”Apalagi Jrakah-Krapyak merupakan jalur simpul dan satu-satunya jalur di wilayah barat,” kata Politisi PAN itu.

Tak ada jalur lain, apalagi jalur alternatif. Jika pun ada, sangat tidak representatif untuk dilalui. Jika ada kecelakaan atau insiden di jalur itu, sudah dipastikan akan terjadi kemacetan parah. Untuk itu, pemkot perlu bekerja keras menambah jaringan jalan baru di wilayah barat.

Pembangunan SORR lingkar utara -menyisir pantai utara- harus diprioritaskan. Sementara untuk program jangka pendek, pemkot harus bisa mengoptimalkan jalur kampung sebagai alternatif.

”Maksudnya, memperbaiki dan melebarkan jalur kampung sebagai jalur alternatif bagi kendaraan kecil. Sehingga ada jalan lain untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalur utama Semarang-Kendal,” tegasnya. (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.