Keberatan Rumah Rp 2 M Kena PPnBM

407

SEMARANG – Pengembang perumahan keberatan jika rumah senilai Rp 2 miliar sudah dikenakan pajak pertambahan nilai barang mewah. Pasalnya, nominal Rp2 miliar tidak dijadikan patokan, mengingat harga tanah tiap daerah berbeda-beda.

Belum lama ini Kementerian Keuangan sedang merevisi peraturan perpajakan untuk menggenjot penerimaan negara. Salah satunya, dengan mengenakan pajak penjualan barang mewah untuk rumah senilai Rp 2 miliar.

“Rumah dengan harga Rp 2 miliar dikenakan PPnBM akan menyulitkan pengembang. Sebab berpengaruh pada penjualan perumahan di segmen tersebut. Karena rumah senilai Rp 2 miliar masih masuk kategori rumah menengah ke atas belum rumah mewah,” ujar Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bidang Pertanahan Wibowo Tedjosukmono, saat penutupan REI Expo II di Mal Paragon.

Ketua DPD REI Jateng MR Prijanto menambahkan, perlu ada spesifikasi yang jelas untuk kategori rumah mewah. Baik dari harga maupun teknis bangunan. “Kalau dikategorikan mewah semata dari luasan tanah atau harga saja, tidak bisa. Misal, bisa disebut rumah mewah jika lantai dari granit atau marmet, ada kolam renangnya, hingga total mencapai harga sekian miliar. Harus jelas spesifikasinya,” jelasnya.

Sementara itu, pada pameran REI Expo II yang diadakan di Mal Paragon, terjual 49 unit sebelum penutupan pameran dari segmen rumah menengah ke atas. Pameran REI Expo II 2015 sendiri diikuti 18 pengembang dengan target pameran terjual 70 unit rumah. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.