Pasokan Pasar Berkurang, Harga Beras Melonjak

430
BERAS NAIK: Pedagang beras di Pasar tradisional Kabupaten Batang, mulai menaikan harga beras, karena berkurangnya pasokan dari luar daerah. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)
BERAS NAIK: Pedagang beras di Pasar tradisional Kabupaten Batang, mulai menaikan harga beras, karena berkurangnya pasokan dari luar daerah. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)
BERAS NAIK: Pedagang beras di Pasar tradisional Kabupaten Batang, mulai menaikan harga beras, karena berkurangnya pasokan dari luar daerah. (Taufik Hidayat/Radar Semarang)

KAJEN – Banjir yang merendam persawahan di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Demak, Klaten dan Boyolali, membuat para petani gagal panen. Imbasnya pasokan beras di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Batang, terganggu. Berkurangnya pemasokan membuat harga beras merangkak.

Kurun waktu sebulan terakhir ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan. Seperti di Pasar Warungasem, Limpung, dan Bandar, kenaikannya mencapai Rp 500 hingga Rp 1000 per kilogramnya. Atau naik 30 persen dari harga sebelumnya.

Pedagang beras di Pasar Batang, Aminah,49, mengungkapkan, harga beras sudah sebulan ini mengalami kenaikan setiap minggunya. Kenaikannya mulai Rp 200 per kilo hingga Rp 500, beras yang semula Rp 11.500 naik menjadi Rp 11.700.

“Harga beras jenis IR 2 yang biasa dipasarkan dengan harga Rp 8.500 per kilogram, sekarang sudah Rp 11.000 per kilogram. Demikian juga pada beras IR I, yang biasa Rp 9.500 per kilogram kini Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada jenis beras premium, atau kualitas terbaik. Harga beras premium semula Rp 10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 13.000 per kilogram,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang beras di Pasar Bandar, Teguh Raharjo,42. Dia menyatakan, kenaikan harga beras disebabkan karena beberapa daerah pemasok belum memasuki panen, sedangkan daerah yang sudah saatnya panen, justru terkena musibah banjir dan gagal panen, seperti daerah Kabupaten Demak.

Minimnya pasokan beras, membuat harga di pasaran tidak terkontrol. Dalam sehari masih dapat menjual 5 ton beras berbagai jenis dalam sehari.“Saat ini pasokan beras di kios saya mengalami penurunan, semula stok beras 200 karung per minggu, kini hanya memiliki stok sekitar 100 karung. 1 karung berisi 25 kilogram,” kata Teguh.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Batang, Nasikhin, menuturkan bahwa pasokan beras di Kabupaten Batang tidak mengalami kendala. Bahkan dibeberapa tempat justru berlebihan. Menurutnya, kenaikan harga beras saat ini masih pada taraf yang wajar.
“Pasokan beras di Kabaupaten Batang bagus, bahkan dibeberapa daerah justru berlebihan, kenaikan harga beras saat ini masih stabil, karena adanya musim hujan dan transport pun naik,” tutur Nasikhin.(thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.