Siswi MI Tewas Misterius

504
TEWAS, Anggota Polsek Gringsing Polres Batang, saat melakukan olah TKP di rumah Zaenuri, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
TEWAS, Anggota Polsek Gringsing Polres Batang, saat melakukan olah TKP di rumah Zaenuri, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
TEWAS, Anggota Polsek Gringsing Polres Batang, saat melakukan olah TKP di rumah Zaenuri, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)

BATANG- Siswi Madrasah Ibtidaiyah, bernama Siti Jumiati, 11, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, ditemukan tewas di kamar tidur tetangganya, Sabtu (21/2) siang kemarin.

Korban tewaas di rumah Zaenuri, 35, dengan luka dimulut dan cairan yang keluar dari kemaluannya. Siswi kelas 3, putri dari pasangan Supani,60, dan Kunayah,50, ini sempat menggegerkan warga Desa Lebo. Pasalnya, kematian Siti Jumiati dinilai tidak wajar, apalagi meninggal di rumah tetangganya yang berjarak 3 rumah dari rumah orang tuanya.

Dimata keluarganya, Siti Jumiati adalah anak yang ceria dan periang. Namun sejak dua tahun lalu, rumahnya didatangi orang tak dikenal, dan ayah ibunya dianiaya dihadapan Siti Jumiati. Semenjak saat itu, gadis belia tersebut menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam, bahkan sering bermain di rumah Zaenuri tetangganya tersebut.

Kasmiah,47, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, saksi yang pertama kali melihat korban (Siti Jumiati), mengungkapkan bahwa Sabtu (21/2) siang itu, dirinya mendengar teriakan Mei,7, dan Aprelia,7, putri kembar dari dalam rumah milik Zaenuri. Menurutnya, saat dirinya masuk ke dalam rumah Zaenuri, Siti Jumiati yang berada di dalam kamar tidur sudah tidak bernyata dalam posisi miring.“Saat saya masuk ke dalam kamar tidur, Siti Jumiati sudah meninggal dunia, posisinya miring dan dalam kamar tidur tersebut bau pesing, karena tempat tidur tersebut basah oleh air seni,” ungkap Kasmiah.

Supani ayah korban, mengatakan bahwa putrinya selama ini sering bermain di rumah Zaenuri, baik pagi maupun malam hari. Menurutnya, selama ini hubungan dengan Zaenuri tetangganya tersebut tidak pernah ada masalah. “Saya terkejut saja, ketika mengetahui Siti meninggal dunia di rumah Zaenuri. Siti mulai menjadi anak pendiam dan tertutup sejak dua tahun lalu,” kata Supani.

Sementara itu, Kapolsek Gringsing Polres Batang,AKP Akhmad Al Munasifi, menegaskan bahwa berdasarkan oleh TKP di rumah Zaenuri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Siti Jumiati, putri dari pasangan Supani dan Kunayah, warga Dukuh Gesing RT 2 RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. “Menurut dokter puskesmas yang memeriksanya, kematian Siti Jumiati secara mendadak dan tidak ada bukti kejahatan dari kematian tersebut,” tegas AKP Akhmad Al Munasifi.

Hingga kini, penyebab kematian Siti Jumiati masih diperbincangkan banyak warga Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, karena tempat kejadian perkara di kamar tidur rumah Zaenuri, sudah dibersihkan sebelum pihak kepolisian datang ke TKP tersebut. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.