SP3 Empat Kasus Korupsi Janggal

347

LEMPONGSARI – Polda Jawa Tengah telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap empat kasus korupsi di wilayah Jawa Tengah selama 2014. Komisi Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah menduga SP3 kasus tersebut sarat kepentingan.

Sekretaris KP2KKN Eko Haryanto mengatakan, keempat kasus yang dihentikan selama 2014 tersebut yaitu, kasus dugaan korupsi penyertaan modal APBD Rembang ke PT RBSJ dengan tersangka mantan Kabag Perekonomian Pemkab Rembang, Waluyo. ”Kedua, yaitu kasus dugaan korupsi pengadaan teks buku wajib SD dan SMP di Pemkab Boyolali senilai Rp 8 miliar dengan tersangka Agus Mustofa Masturi,” beber Eko Haryanto, Minggu (22/2).

Kemudian, kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Pemkab Karanganyar Tahun 2010 dengan tersangka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Narmo. Dan terakhir adalah kasus dugaan korupsi dana hasil pengelolaan tempat khusus parkir dan MCK Pasar Umum Purwodadi di Pemkab Grobogan tahun anggaran 2008-2011 dengan tersangka pengurus paguyuban pedagang pasar umum Purwodadi, Wahyudi dan kawan-kawan.

Eko menuturkan, dengan ditetapkan tersangka pada kasus-kasus tersebut, penyidik yang menangani tentunya sudah mempunyai dua bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. ”Bukti itulah yang yang dijadikan dasar penyidik untuk melakukan pengusutan lebih lanjut. Kan dengan ditetapkan tersangka, penyidik sudah mempunyai buktinya,” jelas Eko.

Jika penyidik sudah mempunyai dua bukti permulaan kemudian dikeluarkannya SP3 atas keempat kasus tersebut, Eko menilai, penyidik Polda Jawa Tengah tidak serius dan tidak profesional dalam menuntaskan kasus korupsi di Jawa Tengah.

Eko meminta kepada Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol, Nor Ali untuk kembali membuka keempat kasus tersebut. Sebab, menurutnya, dikeluarkannya SP3 atas keempat kasus itu menimbulkan pertanyaan sejumlah kalangan. ”Kami mendesak Kapolda Jateng untuk membuka kembali keempat kasus itu. Atau kalau tidak, Polda Jateng bisa kita praperadilankan atas dikeluarkannya SP3 itu,” desaknya.

Sebelumnya, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Slamet Riyanto mengatakan, selama tahun 2014 Polda Jateng telah menangani 53 laporan kasus korupsi dengan 95 tersangka. Tujuh puluh empat di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan dan empat di antaranya dihentikan penyidikannya atau SP3 karena tidak cukup bukti. ”Dari jumlah kasus itu, kerugian negara yang diselamatkan senilai Rp 40,7 miliar,” katanya saat menyampaikan laporan akhir tahun 2014 di Aula Mapolda Jateng, akhir 2014 lalu. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.