9 SMK Klaim Siap Laksanakan Unas Online

338
CBT: Beberapa siswa SMA Kesatrian 2 saat mengerjakan soal latihan menggunakan komputer, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
CBT: Beberapa siswa SMA Kesatrian 2 saat mengerjakan soal latihan menggunakan komputer, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
CBT: Beberapa siswa SMA Kesatrian 2 saat mengerjakan soal latihan menggunakan komputer, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)

CANDISARI – Beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berada di Kota Semarang menyatakan siap melaksanakan Ujian Nasional (Unas) menggunakan sistem online. Meski begitu tak sedikit yang belum siap karena keterbatasan sarana dan prasarana, sesuai standar pusat. Pihak Dinas Pendidikan berencana memverifikasi setiap sekolah terkait kesiapannya melaksanakan unas online.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdasmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Sutarto saat ditemui Radar Semarang dikantornya, Senin (23/2). Menurut Sutarto, persiapan tersebut lantaran sekolah-sekolah menengah kejuruan tersebut mengklaim memiliki sarana dan prasarana guna menunjang pelaksanaan unas online.

Meski begitu Disdik tetap akan melakukan verifikasi terhadap sejumlah sekolah yang menyatakan siap menjalankan unas sistem online tersebut. Proses verifikasi dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

”Verifikasi akan dilakukan 24 Februari ini. Meski sekolah mengklaim jika siap melaksanakan unas online, namun pada saat di verifikasi ternyata sarpras (sarana dan prasarana) belum siap, ya tidak akan diizinkan. Karena ditakutkan nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Makanya harus sesuai standar pusat,” ujar Sutarto. (Standardisasi Unas model Computer Based Test (CBT) lihat grafis)

”Dengan persyaratan yang sedemikian rupa, sepertinya banyak sekolah yang nantinya akan mengalami kendala, meski nanti masing-masing sekolah akan divalidasi persyaratan tersebut oleh pihak Kemendikbud secara langsung,” imbuhnya.
Sementara itu untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang pada tahun ini belum siap melaksanakan unas model online. Hal itu dikarenakan sarpras dalam sekolah tersebut belum memenuhi standar yang ditentukan oleh Kemendikbud.

”Ini kan baru trial. Kalau ini sukses, maka nanti bisa dimungkinkan pada tahun 2016 unjian nasional secara keseluruhan akan menggunakan sistem online. Model online seperti ini sebenarnya menguntungkan bagi siswa karena tidak memakan waktu, selain itu juga mengurangi angka kecurangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMK N 8, Sri Sulistiyani mengatakan jika pihaknya siap melaksanakan unas menggunakan sistem online. Hal tersebut dikarenakan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan unas online telah dipenuhi.

”Kita terdapat sudah memiliki 4 laboratorium komputer dan semua itu juga dalam proses penyempurnaan. Sehingga kita berharap dalam pelaksaan unas ini pihak sekolah dapat melakukan hal yang maksimal dalam mendukung pelaksanaannya,” katanya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Kesatrian 1 Semarang, Toto mengatakan jika sampai saat ini pihaknya belum merasa siap jika harus melaksanakan unas model online. Hal tersebut dikarenakan infrastruktur yang menunjang belum sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. ”Karena kondisi kami sedang meregenerasi komputer sehingga kami pada tahun ini menyatakan belum siap jika melakukan ujian menggunakan sistem CBT (computer based test). Tetapi kalau tahun depan sudah siap,” ujar Toto.

Syarat yang diajukan oleh Kemendikbud dalam pelaksanaan unas online rasionya yaitu satu komputer client dapat meng-cover 3 siswa, sedangkan jumlah peserta unas di SMA Kesatrian 1 yaitu 292, yang menurut syarat peraturan dari Kemendikbud sekolah tersebut harus memiliki 98 komputer. ”Kita memiliki dua lab komputer dengan jumlah total komputer 96. Di lab yang satu semua sudah terbarukan, yang lab satunya lagi belum terbarukan. Nah, karena kita sekolah piloting komputer yang berada di lab yang satunya lagi kita tarik karena sudah out of date. Pada Juli 2015 besuk kita remajakan lagi,” katanya. (ewb/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.