Bangun Musala Habiskan Rp 1,2 Miliar

363
MEGAH : Bupati Dachirin Said meresmikan Musala dan ruang makan di Kantor Diklat dan Litbang, Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
MEGAH : Bupati Dachirin Said meresmikan Musala dan ruang makan di Kantor Diklat dan Litbang, Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
MEGAH : Bupati Dachirin Said meresmikan Musala dan ruang makan di Kantor Diklat dan Litbang, Karangtengah, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Musala Darul Ilmi di lingkungan Kantor Diklat dan Litbang Pemkab Demak di Karangtengah mampu menampung 100 jamaah. Musala yang baru diresmikan Bupati Dachirin Said kemarin menjadi sarana penting untuk melengkapi gedung diklat yanga didirikan beberapa tahun sebelumnya.

Selama ini, setiap ada pelatihan dan diklat, peserta kesulitan untuk salat berjamaah dalam jumlah yang besar. Karena itu, Kantor Diklat pun berupaya mewujudkan Musala dan ruang makan yang nilai pembangunannya mencapai Rp 1,2 miliar pada APBD 2014 lalu tersebut.

Kepala Kantor Diklat, Hadi Waluyo mengatakan, kantor Diklat sendiri sejauh ini telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, baik untuk diklat pegawai negeri sipil (PNS) maupun pra jabatan, diklatpim maupun diklat teknis. Setidaknya, sudah tercatat sebanyak 1.153 orang yang menjalani diklat di kantor tersebut, termasuk pelatihan untuk masyarakat. Menurutnya, pihaknya kini sedang persiapan akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Kantor Diklat ini ruangannya juga sudah bertambah 4 kelas sesuai kapasitasnya. Ada yang berkapasitas 40 hingga 100 orang,”katanya.

Bupati Dachirin menambahkan, Kantor Diklat dan Litbang menjadi salah satu institusi untuk meningkatkan SDM dilingkungan Pemkab Demak. Karena itu, lembaga tersebut memiliki nilai strategis. “Melihat posisi yang strategis ini, maka diklat harus betul-betul diupayakan. SKPD yang ada pun harus bekerjasama dengan diklat. Sebab, kadang-kadang masih ada SKPD yang menggelar kegiatan di kantornya sendiri,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan dikantor Diklat tersebut, setidaknya terpenuhinya beberapa hal. Yaitu, memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan meningkatkan sikap mental. “Kalau sudah menjalani diklat, maka pola pikirnya harus berbeda,”katanya. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.