Direktur CV Bina Kasra Utama Divonis 18 Bulan

341

MANYARAN – Sidang atas dugaan korupsi kasus proyek peningkatan ruas jalan Randusari-Batas, Kecamatan Kepil, Wonosobo tahun 2011 kembali digelar dengan agenda putusan dari majelis hakim dipegadilan Tipikor Semarang, Senin (23/2) kemarin.

Dalam putusan tersebut majelis hakim yang dipimpin Dwi Prapti menjatuhkan vonis bersalah terhadap Direktur CV Bina Kasra Utama Wonosobo, Agus Pujiantoro dengan hukuman selama 18 bulan penjara.

Ketua majelis hakim, Dwi Prapti dalam putusannya menyatakan terdakwa terbukti melakukan korupsi proyek peningkatan ruas jalan Randusari-Batas, Kecamatan Kepil, Wonosobo tahun 2011 itu bersalah korupsi.

Hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hakim menyatakan terdakwa Agus Pujiantoro terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP sebagaimana dakwaan subsidair. ”Menjatuhkan putusan selama 1 tahun dan 6 bulan penjara. Serta pidana denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Dwi Prapti.

Hakim memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan dan menetapkan masa penangkapan dan penahanannya dikurangkan. Terdakwa juga dijatuhi pidana membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 95.602.000 yang diperhitungan yang telah dikembalikannya.

Atas putusan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya menyatakan masih pikir-pikir. Hal yang sama juga diungkapkan JPU masih pikir-pikir. Terdakwa didakwa korupsi bersama-sama Tedjo Sudewo Prasetyantoro (terpisah) atas proyek perbaikan jalan DPU tahun 2011 dengan pagu anggaran Rp 1,050 miliar dari pemprov. Dalam lelang, dinyatakan CV Bina Karya Utama sebagai pemenang dan rekanan pelaksana proyek meski tidak memiliki kompetensi teknis.

Meski melanggar ketentuan namun akhirnya diterbitkan surat penunjukan kontrak kerja kepada CV Bina Karya Utama dengan nilai kontrak Rp 1,37 miliar. Pelaksanaannya pekerjaan disubkontrakan ke PT Tawakal Sani Makmur Purworejo dan hasilnya pekerjaan tidak sesuai spek. Namun atas hal itu tetap diberikan pembayaran 100 persen. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.