Penjualan Mesin Cuci dan AC Naik

423
LARIS MANIS : Para pembeli memilih peralatan elektronik di Global Elektronik. (Global Elektronik for Radar Semarang)
LARIS MANIS : Para pembeli memilih peralatan elektronik di Global Elektronik. (Global Elektronik for Radar Semarang)
LARIS MANIS : Para pembeli memilih peralatan elektronik di Global Elektronik. (Global Elektronik for Radar Semarang)

SEMARANG – Pasca perubahan dari musim penghujan ke musim kemarau membuat penjualan mesin cuci dan penyejuk udara (AC) laris. Selain itu banyaknya investasi di bidang property, seperti rumah, rumah toko (ruko), hotel, apartemen, dan perkantoran, juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya permintaan kedua produk elektronik tersebut.

Peningkatan permintaan AC dan mesin cuci menurut Managing Director Global Elektronik Gouw Andy Sisanto mencapai 20 persen. Ini dikarenakan proyek property di Semarang terus meningkat, sehingga banyak kontraktor melakukan pemesanan kedua produk elektronik tersebut. “Tidak hanya AC dan mesin cuci, pemesanan produk pendingin lain juga mengalami peningkatan seperti lemari es, chesse frezer, frezer dan lainnya. Tidak heran selama pameran HomeTech permintaan elektronik tetap tinggi,” tambahnya.

Dijelaskan pada Tahun Baru Imlek 2566, selama masa pameran mesin cuci top loading dengan harga low end juga laris, rata-rata penjualan 250 unit per minggu, Untuk model front loading mampu terjual 180 unit per minggu. Sedangkan untuk AC 1/2 PK, 3/4 PK, dan 1 PK penjualannya masih didominasi merek branded dari Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.

“Melihat antusiasme masyarakat, Global Elektronik menggelar harga promo dan penawaran special pameran HomeTech 2015. Bahkan pameran diperpanjang sampai Kamis (5/3) dalam rangka menyambut Cap Go Meh 2015,” jelas Andy.

Menyinggung kenaikan harga elektronik 3-5 persen, menurutnya harga perangkat elektronik di pasaran masih stabil, walaupun valuta asing menguat terhadap rupiah. Sebaliknya penjualan elektronik mengalami pertumbuhan signifikan, misalnya AC mengalami pertumbuhan tertinggi kurang lebih 40 persen. Ini terkait kebutuhan masyarakat, setiap ruangan memerlukan AC. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.