Polisi Periksa Bos Sang Engon

444

MUGASSARI – Penyidik Polrestabes Semarang masih menunggu kedatangan bos atau pemilik bus PO Sang Engon, yang menewaskan 18 penumpang dalam kecelakaan tunggal di Jalur Lingkar Jangli Tol Jatingaleh, Semarang.

Pengusaha transportasi asal Bojonegoro bernama Dasuki itu akan diperiksa pada Rabu (25/2) mendatang, di Polrestabes Semarang. Pemeriksaan diperlukan untuk melengkapi keterangan guna proses penyelidikan kasus kecelakaan yang mencengangkan itu.

“Iya, pemilik bus nanti kami periksa,” kata Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungy Bhuana Santoso, kepada wartawan, Senin (23/2).

Dijelaskannya, pihak Polrestabes Semarang telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap pemilik bus tersebut. Pemeriksaan itu untuk memastikan apakah benar sopir tersebut merupakan sopir yang memiliki legalitas resmi di perusahan tersebut atau bukan. “Untuk memastikan aja apa benar dia sopir perusahaan,” katanya.

Ditanya mengenai indikasi apakah kondisi bus tersebut bermasalah, baik fisik maupun soal surat-surat lain. Sejauh ini pihaknya mengaku belum menemukan.
“Bus tersebut masih dalam proses mutasi dari Jakarta ke Rembang. Makanya nanti pemilik bus akan kami periksa. Bus itu masih proses mutasi, seharusnya KIR-nya sudah ada,” kata Pungky.

Mengenai apakah dimungkinkan pengelola bus terkena pidana akibat kecelakaan yang menewaskan 18 orang itu? Pungky mengaku pemeriksaan belum mengarah ke sana. “Fokusnya ke kecelakaan, belum mengarah ke sana (pidana),” katanya.

Status pemeriksaan pemilik bus adalah sebagai saksi. Sedangkan tersangka sopir bus Sang Engon, Muhammad Husen, 56, warga Gudang Stasiun RT 04 RW 08, Babat, Lamongan, Jawa Timur, saat ini berstatus pembantaran penahanan. Karena masih dirawat di RS Bhayangkara akibat empat tulang rusuknya mengalami patah. Husen juga masih tetap diborgol.

“Kalau melarikan diri wah ya bahaya, korbannya segitu banyaknya. Makanya tetap diborgol,” ujarnya.

Pendalaman pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka memang belum dilakukan, karena masih menunggu tersangka sudah dinyatakan sehat oleh tim medis. “Dia masih masa berobat. Kami menunggu keterangan dari pihak medis setelah dinyatakan sehat, nanti tersangka langsung diperiksa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati mengatakan, sopir Muhammad Husen mengalami patah tulang rusuk. “Empat tulang rusuknya patah. Tapi tidak dilakukan operasi karena tidak menembus jantung,” kata Rini.

Dikatakan Rini, diperkirakan membutuhkan waktu kurang kebih tiga sampai empat hari lagi untuk memulihkan kondisi tersangka.

Sedangkan, korban luka-luka yang masih dirawat, saat ini masih berjumlah 11 orang, yakni 6 orang dirawat di RSUP Dr Kariadi, 4 orang dirawat di RS Bhayangkara, dan 1 orang dirawat di RSI Sultan Agung. Semuanya dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak dalam kondisi kritis.

Seperti diketahui, Bus PO Sang Engon bernopol B-7222-KGA, dengan memuat penumpang 73 orang. Bus tersebut mengalami nasib nahas di Jalur Lingkar Jangli KM 9.300 Tol Jatingaleh, Tembalang, Kota Semarang, Jumat (20/2) lalu, sekitar pukul 13.30. 18 penumpang di antaranya tewas.

Sopir, Husen ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 310 ayat 4 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan acaman hukuman 12 tahun penjara. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.