Rekening Nasabah Bank Jateng Dibobol Rp 4 M

504

BARUSARI – Uang nasabah Bank Jateng sebesar Rp 4 miliar yang tersimpan dalam rekening diduga dibobol. Kasus ini telah dilaporkan resmi di Polrestabes Semarang. Korbannya adalah Direktur Utama PT Asta Saka Semarang, Kristanto Wiyana.

Terlapor dalam pencurian uang di rekening Bank Jateng tersebut adalah Kepala Bagian Keuangan PT Asta Saka, Indra Arum Pusporini.

Modus pembobolan diduga dilakukan dengan cara memindahbukukan tabungan dari rekening perusahaan ke rekening pribadi terlapor dan memalsukan tanda tangan. Akibatnya, pihak korban mengalami kerugian Rp 4 miliar. Bahkan saat ini, terlapor telah kabur dan masih dalam proses pengejaran tim kepolisian. ”Kasus pencurian ini diduga dilakukan terlapor sejak awal Juni 2014 lalu,” kata kuasa hukum korban, John Richard Latuihamallo, SH MH, kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Senin (23/2).

Dijelaskannya, terlapor bisa memindahbukukan tabungan milik perusahaan ke rekening pribadi korban dengan cara memalsukan tanda tangan. ”Bahkan bukan hanya dipindah ke rekening terlapor. Tapi juga dipindah ke rekening suami terlapor dan kerabatnya,” ungkap Jhon.

Uang miliar milik perusahaan tersebut dikuras habis. Di antaranya uang dari hasil kerja sama dengan PT Sinar Cerah Sempurna dan PT Bina Artha. ”Total kerugian kurang lebih Rp 4 miliar,” katanya.

Dijelaskan John Ricard, pembobolan uang miliaran rupiah di rekening Bank Jateng itu diketahui setelah pihak korban melakukan konsolidasi rekening dari rekening Bank Jateng ke rekening bank lain pada Jumat (6/2) 2015. ”Ada tiga cek yang diserahkan dalam konsolidasi tersebut, yakni cek sejumlah Rp 1,8 miliar, Rp 1,3 miliar dan Rp 720 juta. Namun saat dilakukan kliring atau transaksi pemindahan uang, hanya dua cek yang diterima. Sedangkan untuk cek senilai Rp 1,3 miliar tidak diterima,” katanya.

Korban diberitahu oleh pihak bank lain, bahwa kliring tidak berhasil, atau tidak bisa dilakukan karena saldo tidak cukup. Tentu saja hal itu membuat korban kebingungan. ”Korban merasa sebelumnya tidak pernah melakukan transaksi pengambilan,” beber Jhon.

Pihak korban sempat menanyakan kepada Kepala Bagian Keuangan PT Asta Saka, Indra Arum Pusporini, selaku orang yang bertanggung jawab dalam perputaran keuangan perusahaan. ”Saat itu, terlapor mengakui telah memakai uang di rekening perusahaan. Namun pengakuannya hanya senilai Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta,” imbuhnya.

Jelas hal itu tetap menyimpan pertanyaan di mana uang miliaran di rekening tersebut raib. Korban akhirnya mengusut dengan mengutus karyawan untuk melakukan pengecekan di Bank Jateng pada Selasa 10 Februari 2015. ”Dari situ diketahui telah terjadi pemindahbukuan tabungan ke rekening terlapor,” katanya.

Menurut John, kejadian pencurian rekening di Bank Jateng ini sangat disayangkan. Sebab bank tersebut telah diakui dan dipercaya oleh masyarakat masih bisa kebobolan. Jika mereka menjalankan prosedur secara benar, kejadian seperti ini tidak terjadi. ”Saat ada transaksi dalam jumlah besar, jelas ada prosedurnya. Tidak bisa semudah itu,” katanya.

Dia juga menduga, praktik pencurian seperti itu sangat dimungkinkan melibatkan pihak bank. Sehingga pelaku bisa melakukan aksi dengan lancar. Sementara itu Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto mengatakan, telah mengetahui perihal laporan yang dilayangkan pada Selasa 10 Februari 2015 lalu tersebut. ”Masih kami selidiki untuk mengejar pelaku,” katanya. (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.