Di SMKN 2, Bripda Eka Nyambi Jualan Flannel

660

kisah bripda eka (1)WEB

PEKERJA KERAS: Ester dan Kabul, serta Bripda Eka Yuli Andini. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
PEKERJA KERAS: Ester dan Kabul, serta Bripda Eka Yuli Andini. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

SALATIGA- Lahir dari keluarga serba kekurangan, tak membuat Bripda Eka Yuli Andini, 19, minim prestasi. Terbukti, saat masih duduk di bangku SMK Negeri 2 Salatiga, dia selalu masuk ranking 5 besar.

Di mata mantan gurunya di SMKN 2 Salatiga, Bripda Eka Yuli Andini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan percaya diri. Bahkan, di sela menuntut ilmu, Eka tidak malu berjualan flannel dan tempat laptop kepada teman-temannya. Di SMKN 2 Salatiga, Eka mengambil jurusan teknik, komputer dan jaringan (TKJ). Ia masuk sebagai siswi yang aktif dan pintar. Sejak kelas X hingga XII, Eka selalu masuk ranking 5 besar.

Selain itu, Eka juga aktif di kegiatan pramuka. Pendidikan pramuka ini sangat membantunya dalam mengikuti pendidikan polwan di Pusdik Binmas, Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ester, 19, bagian administrasi SMKN 2 Salatiga, yang dulu pernah menjadi teman dekat Eka mengatakan, Eka adalah pribadi yang all out dalam aktivitasnya. Ester sangat paham, karena dia dulu teman satu meja dengan Eka. Selain itu, Ester juga sempat mendaftar polwan bersama Eka dan enam teman lainnya, namun gagal.

”Saya dulu berdelapan mendaftarkan diri. Pernah satu hari bersama Eka tidur di salah satu GOR di Semarang karena pengumumannya diundur dari jam 12 malam samai menjelang pagi. Kami berdelapan lalu menggelar alas untuk tidur bersama di emperan GOR. Itu semua menunjukkan bahwa Eka adalah sosok yang tidak kenal menyerah,” ceritanya kepada Radar Semarang.

Kabul, 43, bekas guru Eka di jurusan TKJ SMKN 2 mengaku mengenal sosok Eka sebagai siswi yang pendiam namun rajin. Setiap tugas yang diberikan, selalu dikerjakannya tepat waktu.

”Setelah lulus dari Pusdik Binmas di Banyubiru lalu, Eka juga sempat datang untuk memberikan motivasi kepada adik kelasnya di SMKN 2,” katanya.

Kabul percaya Eka bisa menjadi contoh yang baik untuk adik kelasnya. Perjuangan dan kerja kerasnya bisa diteladani.
”Saya tahu Eka bukan gadis yang mudah menyerah dengan keadaan. Contohnya, saat ia mengurus transkrip nilai buat mendaptar polwan lalu. Waktu itu, transkrip nilai belum keluar, tapi dia mau wira-wiri mengurus berkas sendiri sampai larut malam. Saya akhirnya ikut membantu menge-print-kan transkripnya. Saya berdoa supaya Eka bisa menjadi polwan yang amanah,” harapnya.

Seperti diberitakan Radar Semarang, kisah Bripda Eka Yuli Andini, 19, yang tinggal di kios kontrakan yang sekaligus menjadi bengkel tambal ban menarik perhatian. Apalagi dia juga terampil menambal ban sepeda motor. Anggota Sabhara Polres Salatiga ini tinggal di Asrama Pasar Sapi Jalan Veteran RT 2 RW 10, Salatiga. Kontrakan berukuran tidak lebih dari 6 x 7 meter itu juga menjadi tempat usaha orang tuanya yang membuka jasa tambal ban.

Bripda Eka Yuli Andini sendiri sudah biasa membantu orang tuanya menambal ban. Meskipun sudah menjadi anggota polwan, tidak membuatnya malu. Ia sadar, dengan kekurangan ekonomi saat ini, doa kedua orang tuanyalah yang menjadikan dirinya bisa lolos dalam seleksi polwan. (abd/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.