Iqbal Wibisono Divonis 1 Tahun Penjara

546
PIKIR-PIKIR: M. Iqbal Wibisono saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (IST)
PIKIR-PIKIR: M. Iqbal Wibisono saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (IST)
PIKIR-PIKIR: M. Iqbal Wibisono saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang kemarin. (IST)

MANYARAN – Sekretaris DPD Tingkat I Partai Golkar Jawa Tengah M. Iqbal Wibisono, divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semaang, dalam sidang putusan, Selasa (24/2) kemarin.

Iqbal dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana bansos pengembangan dan peningkatan pendidikan Provinsi Jateng Tahun 2008 di Kabupaten Wonosobo. ”Terdakwa, M. Iqbal Wibisono telah terbukti secara sah melanggar dakwaan subsider yaitu pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambahkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Hastopo, ketua majelis hakim saat membacakan amar putusannya.

Selain hukuman penjara, Iqbal juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. Putusan mejelis hakim tersebut lebih ringan 4 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa pidana selama 16 bulan. Atas putusan tersebut, terdakwa dengan didampingi kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. ”Minta waktu 7 hari yang mulia, kami akan pikir-pikir dahulu,”ujar Iqbal dihadapan majelis hakim

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Theodorus Yosef Parera menyatakan bahwa kliennya memiliki hati yang legawa dalam menjalani cobaan. ”Pak Iqbal tidak merasa bersalah atas kasus yang menimpanya tersebut. Bahkan beliau masih mengemban nilai-nilai luhur adat Jawa. Meminta maaf itu belum tentu bersalah, namun dimaksudkan untuk menghindari konflik. Nah, itulah yang terdapat dalam diri Pak Iqbal, meskipun tidak merasa bersalah, beliau mau meminta maaf atas kasus tersebut. Beliau juga sudah tidak peduli terhadap vonis hakim sebelum dijatuhi hukuman,” kata Yosep sebelum sidang.

Iqbal menjadi terdakwa dan terseret kasus tersebut dikarenakan menerima uang hasil pemotongan dana bansos oleh Gatot Sumarlan, yang secara terpisah sudah diproses hukum terlebih dahulu.

Sebelumnya iqbal didakwa melanggar pasal berlapis yaitu primer dengan pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Kami juga menjerat terdakwa dengan pasal subsider, yaitu pasal 3 pada UU yang sama, dan lebih lebih subsider dengan Pasal 5 dan Pasal 11 pada Undang-Undang tersebut,” kata jaksa penuntut umum (JPU), Anto Widi Nugroho. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.