Kerap Diduduki, Lampu Batang Rusak

892
WAJAH BARU-Kehadiran tulisan BATANG pada Alun-Alun Kabupaten Batang menjadi ikon baru, sayangnya beberapa huruf mulai rusak karena sering digunakan foto selfi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
WAJAH BARU-Kehadiran tulisan BATANG pada Alun-Alun Kabupaten Batang menjadi ikon baru, sayangnya beberapa huruf mulai rusak karena sering digunakan foto selfi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
WAJAH BARU-Kehadiran tulisan BATANG pada Alun-Alun Kabupaten Batang menjadi ikon baru, sayangnya beberapa huruf mulai rusak karena sering digunakan foto selfi. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Alun-Alun Kabupaten Batang sebulan terakhir telah menampilkan wajah baru. Khususnya dengan adanya tulisan dengan huruf besar, BATANG yang terbuat dari lempengen stainlees yang dihiasi lampu. Sehingga tulisan BATANG tersebut, terlihat menyala indah pada malam hari.

Namun sejak dua hari lalu, lampu pada tulisan BATANG, beberapa hurufnya mulai rusak. Bahkan huruf G pada kata BATANG mati, sehingga jika malam hari yang nampak menjadi kata BATAN.

Rusaknya lampu berukuran lebih dari 1 meter tersebut, dikarenakan banyak warga yang berkunjung ke Alun-Alun Batang, kerap foto selfie dengan menduduki huruf tersebut. Akibatnya, lampu pada huruf tersebut padam.

Arnita, 17, warga Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Selasa (24/2) siang kemarin, mengungkapkan bahwa Alun-Alun Batang sejak dibenahi dan dipasangi tulisan BATANG dengan huruf besar, menjadi tujuan banyak remaja untuk selfi.

Menurutnya, tulisan BATANG yang dipasang oleh Pemkab Batang terlalu rendah, sehingga banyak orang suka duduk pada huruf – huruf tersebut, khususnya huruf G yang berada di posisi ujung. “Kalau tulisan BATANG dipasang agak lebih tinggi, mungkin tidak diduduki orang. Selain itu, tidak ada larangan menduduki tulisan tersebut,” ungkap Arnita, saat ditegur petugas kebersihan.

Sementara itu, Petugas Dinas Cipta Karya Tata Ruang Kebersihan Energi Sumber Daya Mineral (DCKTRKESDM), Kabupaten Batang, Wicaksono, mengatakan bahwa rusaknya lampu pada tulisan ikon BATANG, karena sering diduduki orang yang suka berfoto.
Menurutnya, untuk menjaga keindahan Alun-Alun Kota Batang, pihaknya mengimbau agar warga tidak lagi naik ke atas, menduduki huruf-huruf tersebut.

“Kami akan perbaiki lampu pada huruf G yang rusak itu. Kami juga berharap, warga tidak lagi menduduki huruf-huruf pada tulisan ikon Kabupaten Batang,” kata Wicaksono. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.