Konsisten Lestarikan Lagu-Lagu Koes Plus

863
ATRAKTIF : Aksi Anis (vokalis) saat membawakan lagu-lagu Koes Plus di atas panggung. (DOKUMENTASI GEDANK PLUS)
ATRAKTIF : Aksi Anis (vokalis) saat membawakan lagu-lagu Koes Plus di atas panggung. (DOKUMENTASI GEDANK PLUS)
ATRAKTIF : Aksi Anis (vokalis) saat membawakan lagu-lagu Koes Plus di atas panggung. (DOKUMENTASI GEDANK PLUS)

Lagu-lagu penuh makna filosofis dari grup musik legendaris Koes Plus telah mengilhami masyarakat berbagai kalangan. Tak terkecuali pejabat Kabupaten Pekalongan. Berawal dari mengupas penat usai ngantor hingga menjadi pengisi rutin di sebuah kafe bertajuk Malam Koes Plus-an. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL, Kajen

MESKI memiliki tanggung jawab lebih, sebagai pegawai di lingkungan Pemkab Pekalongan, tetap tidak bisa menampik gairah bermusik sebagai pemuda yang dibesarkan pada era 60-70-an. Berbarengan dengan ngetopnya grup band luar negeri seperti The Beatles, Nazzareth, Deep Purple, The Biggies dan lain-lain, grup musik Koes Plus (Koes Bersaudara) kala itu benar-benar menjadi idola.

Di Pekalongan, fans berat Koes Plus yang eksis hingga sekarang adalah grup musik Gedank Plus. Salah satu penggagas pelestarian lagu-lalu Koes Plus tersebut adalah Anis Rosidi, Kabag Humas Pemkab Pekalongan.

Menurutnya, lagu-lagu Koes Plus syarat dengan makna filosofis tentang nusantara, sehingga terbentuk fans skala nasional Jiwa Nusantara (JN). Di Pekalongan juga terbentuk komunitas Koes Musik Fans Club (KMFC) Jiwa Nusantara Pekalongan.

“Syair-syairnya mendukung cinta tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa terutama lagu-lagu Jawa. Belum ada yang menandingi Koes Plus. Bahkan The Beatles aja kalah. Koes Plus itu punya 150 album dari tahun 1962-2000 dan jumlah lagunya ada 1.380 lagu. All genre, dari pop, melayu, Jawa, keroncong, reggae, rock, dilalap semua,” kata mantan vokalis Gedank Plus tersebut.

Terkait Gedank Plus, Anis memaparkan, bermula dari permainan musik di dalam studio para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pekalongan sekitar tahun 2009. Tak lain, kegilaan bermusik itu hanya sekadar mengupas kangen dengan lagu-lagu idola mereka di masa muda.

‚ÄúSering kali setelah jam dinas, kami main musik di studio. Nama grupnya waktu itu Selection. Saya vokalisnya,” ungkap pria berkumis itu dengan tawa khasnya.

Dibesarkan pada era yang sama dan kiblat musik senada pula, akhirnya tercetus gagasan untuk move on, tidak hanya terkungkung dalam studio saja. Jiwa entertainer pun terpantik hingga grup musik kaum rapi itu turun gunung.

“Itu pada Januari 2009, kalau ndak salah. Kami mencoba ke luar ruangan, saat itu pentas di Wonderia Semarang malam Sabtu, bersama fans Koes Plus lainnya. Wah, jadi tambah semangat manggung dengan banyak penonton,” kata Anis bersemangat.

Tuah bertemu dengan sejumlah kelompok penggemar Koes Plus, membuat Anis dan kawan-kawan terobsesi untuk membuat wadah di Pekalongan dengan nama Malam Koes Plus-an. “Akhirnya kami manggung di kafe Wapres. (Warung Apresiasi Seni), kemudian di Mamamia Dupan, Atrium. Rutin saban Minggu,” kata vokalis yang mengaku hapal 90 hingga 100 lagu Koes Plus tersebut.

Pada 2010, sebagai grup musik pelestari tembang-tembang Koes Plus, Selection mendapat undangan di musyawarah nasional pecinta Koes Plus di Jakarta. “Oleh Yok Koeswoyo, kami diakui. Ada komunitas Pekalongan. Dan nama grup kami diganti oleh Yok Koeswoyo menjadi Gedank Plus-Koes Plus dari Pekalongan. Itu diambil dari lagu Wit Gedhang,” paparnya.

Dengan nama baru gubahan idola, Gedank Plus semakin intensif dalam berbagai acara baik formal maupun in formal hingga mempertemukan mereka dengan orang-orang pecinta Koes Plus dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan sejumlah grup musik pecinta Koes Plus juga bermunculan, seperti PG Plus di daerah Kecamatan Sragi, Delek dari Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.

“Nah, pada 2010 itu terbentuk komunitas Jiwa Nusantara (JN) Pekalongan. Namanya Koes Musik Fans Club (KMFC). Pembentukan kepengurusannya waktu itu di Hotel Nirwana, ketuanya waktu itu Pak Moedjianto,” jelas vokalis Gedank Plus hingga 2012 tersebut.

Kini, Gedank Plus sudah bermetamorfosis, dengan merekrut anggota baru. “Sekarang di Gitar ada Edianto; kemudian gitar dan vokal, Joko; drumer, Haikal; dan Bass, Totok. Meski tidak vokalis, saya tetap datang kalau ada acara. Saya managernya. Sekarang ketua KMFC Pekalongan Pak Prihantono, beliau Wakil Bank Jateng Dinas di Ungaran,” kata Anis.

Pada 2015 ini, Gedank Plus sudah melanglang ke penjuru Jawa Tengah hingga Jakarta. Sebagaimana saat mereka memeriahkan acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Januari 2015 kemarin.

Bukan hanya itu, sejumlah kota-kota kecil juga pernah disinggahi. Di antaranya di Sriwedari, Surakarta dalam acara malam Koes Plus-an yang digelar setiap malam Selasa dan malam Jumat; di Pura Wisata, Jogjakarta malam Kamis dan malam Senin; di Wonderia, Semarang setiap malam sabtu. “Kami konsisten. Di Pekalongan sendiri setiap malam Sabtu di Kafe Merdeka, Kota Pekalongan,” pungkasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.