Pasca Unjukrasa, Jembatan Timbang Sepi

470
SEPI TRUK : Pasca unjukrasa di kantor Gubernur Jateng, sejumlah awak truk masih belum beroperasi. Sehingga Jembatan Timbang Klepu yang biasanya banyak truk antre untuk menimbang, Selasa (24/2) kemarin sepi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SEPI TRUK : Pasca unjukrasa di kantor Gubernur Jateng, sejumlah awak truk masih belum beroperasi. Sehingga Jembatan Timbang Klepu yang biasanya banyak truk antre untuk menimbang, Selasa (24/2) kemarin sepi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SEPI TRUK : Pasca unjukrasa di kantor Gubernur Jateng, sejumlah awak truk masih belum beroperasi. Sehingga Jembatan Timbang Klepu yang biasanya banyak truk antre untuk menimbang, Selasa (24/2) kemarin sepi. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BERGAS-Pasca unjukrasa sopir truk besar-besaran di kantor Gubernuran, Jembatan Timbang Klepu, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (24/2) kemarin, berubah sepi. Ratusan truk pasir dari Magelang yang biasanya lalu lalang masuk ke dalam jembatan timbang melalui jalur Bawen-Ungaran menuju Semarang dan sekitarnya, sudah berkurang banyak. Kalaupun ada, hanya belasan truk yang masuk jembatan timbang.

“Jumlah truk yang masuk menurun drastis. Mungkin dampak unjukrasa kemarin, para pengemudi truk masih kecapekan. Sebab mereka melakukan unjukrasa hingga sore, sehingga pagi ini belum pada yang bekerja,” tutur Komandan Regu Jembatan Timbang Klepu, Agus Hariyanta.

Agus Hariyanta menambahkan, biasanya dalam sehari menindak 30-40 truk yang melanggar muatan. Bahkan terjadi antrean panjang sejumlah truk yang masuk jembatan timbang. Namun saat ini, jumlah truk yang menimbang tinggal sedikit. Sehingga jumlah penindakan tilang juga menurun. Sekalipun ada unjukrasa, namun Jembatan Timbang tetap menerapkan toleransi kelebihan muatan sebesar 25 persen. Jika melebihi dari yang ditentukan, tetap dikenai tilang.

“Dari pukul 07.00 hingga pukul 12.00 biasanya sudah banyak truk yang masuk dan ada 30-40 truk ditilang. Pasca unjukrasa kemarin, jadi sepi. Hanya sekitar 15 truk saja yang ditilang,” imbuhnya.

Agus mengatakan, kondisi jembatan timbang yang sepi itu tidak akan lama. Dia memastikan, para awak truk akan kembali beraktivitas kembali. Untuk saat ini kemungkinan para awak truk masih istirahat, sehingga diperkirakan akan kembali beraktivitas pada Selasa (24/2) malam.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengemudi Independen (API) Jawa Tengah, Suroso mengatakan bahwa saat ini sekitar 65 persen para pengemudi truk masih istirahat sembari menanti hasil audiensi dengan Gubernur Jateng, Rabu (24/2) pagi ini. Yakni, terkait batasan toleransi muatan dan galian C.

Sementara itu, beberapa awak truk lainnya masih tetap beroperasi sekaligus memantau kondisi di lapangan. Termasuk memantau tindakan para petugas di lapangan.

Suroso menegaskan jika Gubernur Jateng tidak menepati janjinya untuk membahas permasalahan tersebut dan tidak berpihak pada pengemudi truk, maka seluruh awak truk akan melakukan aksi lebih besar lagi di Kota Semarang.

“Kami akan memantau hasil audiensi besok. Jika Gubernur tidak menepati janjinya, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi. Tidak hanya ribuan truk yang kami datangkan ke kantor gubernur. Tapi alat berat akan kami bawa dan kami tinggal di Kota Semarang. Pantura akan kami bikin macet total,” kata Suroso. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.