Replika Tugu Muda dari Sayuran

926
KREATIF: Replika Tugu Muda dari sayuran dan biji-bijian yang dipajang di lantai dasar Mal Ciputra menarik perhatian pengunjung mal kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
KREATIF: Replika Tugu Muda dari sayuran dan biji-bijian yang dipajang di lantai dasar Mal Ciputra menarik perhatian pengunjung mal kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
KREATIF: Replika Tugu Muda dari sayuran dan biji-bijian yang dipajang di lantai dasar Mal Ciputra menarik perhatian pengunjung mal kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SIMPANG LIMA – Sayur-mayur dan biji-bijian ternyata bisa disulap menjadi miniatur Tugu Muda. Tak percaya, lihat saja replika Tugu Muda yang dibuat dari susunan sayuran dan biji-bijian yang dipajang di lantai dasar Mal Ciputra Semarang ini. Miniatur berukuran tinggi 4,2 meter dengan diameter 1,8 meter tersebut dibuat oleh para siswa SMK Ibu Kartini Semarang.

Praktis, keberadaan miniatur Tugu Muda dari sayuran itu pun menyita perhatian pengunjung mal. Tak sedikit pengunjung yang berfoto-foto selfie maupun berfoto bersama dengan background replika Tugu Muda tersebut.

Salah seorang siswi SMK Ibu Kartini, Milki Amelia, mengatakan, replika Tugu Muda dari sayuran itu dibuat oleh 14 siswa selama 3 hari. Ia dan teman-temannya bekerja mulai pagi hingga pukul 22.00.

”Kami memilih Tugu Muda karena menjadi icon Kota Semarang. Sedangkan dipilihnya sayuran, kami hendak mengampanyekan untuk mengonsumsi banyak sayuran,” ungkap Milki Amelia kepada Radar Semarang, Selasa (24/2).

Sejumlah sayuran yang menghiasi replika Tugu Muda itu, di antaranya kacang panjang, jipan, kentang, dan wortel. Selain itu, juga dihias dengan beras, ketan, dan jagung, serta berbagai jenis bunga dan buah-buahan sebagai pemanis dekorasi.
”Biji-biian seperti jemawut juga jadi penghias. Biji jemawut yang biasa dibuat bubur ini kami masukkan sebagai detail dekorasi. Jadi kami juga belajar mendekorasi,” terangnya.

Ditanya kesulitannya, Milki mengaku yang paling susah dalam membuat detail Pancasila. ”Bikinnya cukup rumit, karena kami harus menata biji-bijian yang sangat banyak,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.