Tetapkan Tersangka Kasus Pupuk Oplosan

523

DEMAK – Polres Demak telah menetapkan Kasmadi alias Katek, mantan Kades Sari, Kecamatan Gajah sebagai tersangka terkait kasus dugaan pupuk oplosan. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengatakan, pihaknya baru menetapkan satu tersangka, yakni pemilik gudang yang menjadi tempat menyimpan pupuk oplosan.

Menurut Kapolres, yang bersangkutan dijerat dengan UU Perdagangan dengan ancaman hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Meski demikian, tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya kurang dari 2 tahun. “Kita masih proses dan kita cek semua. Untuk sementara ini satu tersangka inisial KS,” kata Kapolres disela kunjungan Menteri Pertanian di Desa Dempet, Kecamatan Dempet, kemarin.

Lantas, apakah bisa dikenai dengan pasal pencucian uang?. “Kita akan cari dulu apakah ada kerugian negara atau tidak,”katanya. Menurutnya, selain menangani kasus pupuk oplosan yang sebelumnya ditangkap Kodim 0716 Demak itu, kepolisian setempat juga telah melimpahkan 2 kasus pupuk ke Kejaksaan Negeri (kejari) Demak. “Untuk yang dua kasus itu statusnya sudah P21. Artinya, sudah lengkap berkasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaeman juga meminta Polres Demak untuk mengusut tuntas kasus pupuk oplosan tersebut. “Kami minta bapak Kapolres, tolong pengoplos pupuk ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Kasihan petani,”katanya.

Adanya kasus tersebut, bisa menjadi kendala dalam capaian produksi beras yang kini sedang dilakukan pemerintah daerah. Seperti diketahui, pupuk oplosan yang sebelumnya dibongkar TNI dan kini ditangani kepolisian jumlahnya cukup fantastis, yakni mencapai 226 ton. Pupuk subsidi tersebut diduga dioplos menjadi pupuk non subsidi dengan menggunakan molen digudang Kasmadi. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.