8 Rumah Dibongkar Paksa

291
PENGEMBANGAN: Puluhan petugas Satpol PP Kota Semarang melalukan pembongkaran rumah dan mengeluarkan perabotan, Rabu, (25/2), kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/Radar Semarang)
PENGEMBANGAN: Puluhan petugas Satpol PP Kota Semarang melalukan pembongkaran rumah dan mengeluarkan perabotan, Rabu, (25/2), kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/Radar Semarang)
PENGEMBANGAN: Puluhan petugas Satpol PP Kota Semarang melalukan pembongkaran rumah dan mengeluarkan perabotan, Rabu, (25/2), kemarin. (FOTO: M. HARIYANTO/Radar Semarang)

GABAHAN – Sebanyak delapan rumah yang berada di dalam lingkungan Kelenteng See Hoo Kiong, Sebandaran, dibongkar petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang, Rabu, (25/2) kemarin.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan, sedikitnya 50 petugas satpol PP diturunkan untuk melakukan pembongkaran. Pembongkaran berjalan lancar tanpa adanya ketegangan. Penghuni rumah terlihat pasrah saat barang-barang dalam rumahnya dikeluarkan oleh petugas.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan pembongkaran dilakukan karena ada pengembangan dari pihak kelenteng. Penghuni juga telah mendapat kompensasi dari pengurus kelenteng sebesar Rp 7 juta. ”Sebelum melakukan pembongkaran juga telah dilakukan pertemuan antara pihak kelenteng dan penghuni rumah, sebanyak 9 kali sejak Maret 2014. Akhirnya ada kesepakatan pada pertemuan Jumat bulan Februari ini. Memang pada awalnya sulit,” terangnya di sela pembongkaran.

Penghuni juga disediakan rumah di wilayah Batursari Mranggen. Hanya saja rumah tersebut belum bisa ditempati lantaran masih dalam proses pengerjaan.

”Saat ini proses pembangunan masih berjalan 70 persen. Kemungkinan 2 bulan lagi rumah itu sudah bisa ditempati. Pihak kelenteng juga menyediakan rumah sementara di rumah susun Kaligawe. Sehingga penghuni rumah bisa menempati sementara di rusun,” terangnya.

Sementara, Dewi, 40, salah seorang penghuni mengaku sebelumnya telah diberi tahu agar segera pindah. ”Memang sudah diberitahu kalau akan dibongkar. Saya menempati rumah ini sudah 40 tahun lebih,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.