Bupati Dituding Tak Tegas Tegakkan Aturan

1025
SIDAK LIMBAH : Bupati Semarang, Mundjirin dan sejumlah pejabat SKPD mengecek pengolahan limbah PT Pinako Rotari Permai di Desa Wonorejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SIDAK LIMBAH : Bupati Semarang, Mundjirin dan sejumlah pejabat SKPD mengecek pengolahan limbah PT Pinako Rotari Permai di Desa Wonorejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SIDAK LIMBAH : Bupati Semarang, Mundjirin dan sejumlah pejabat SKPD mengecek pengolahan limbah PT Pinako Rotari Permai di Desa Wonorejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

PRINGAPUS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dinilai tidak tegas dalam menegakkan aturan. Terutama bagi perusahaan yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang (UU) Lingkungan Hidup karena mencemari lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. Terutama yang berkaitan dengan pencemaran limbah dari industri, sebab sudah beberapa kali ada laporan pencemaran limbah pabrik. Seperti dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Pinako Rotary Permai (PRP) di Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Namun sampai saat ini, tidak ada sanksi tegas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang.

“Semestinya ada peringatan dan tindakan yang tegas. Sebab, selama ini persoalan pencemaran lingkungan sudah terjadi sejak 2012. Jika dibiarkan, akan merusak lingkungan dan merugikan warga sekitar,” tutur Ngesti Nugraha, Rabu (25/2) kemarin.
Ngesti meminta agar Pemkab tidak hanya membina pabrik yang melanggar limbah saja. Tetapi harus ketat dalam pengawasan pengelolaan dan pembuangan limbah. Sehingga tidak mengakibatkan keluhan warga Wonorejo.

Dalam waktu dekat, DPRD Kabupaten Semarang akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di PT PRP dan warga sekitar untuk mengetahui kondisi sebenarnya. “Jika tidak tegas mengenai pencemaran limbah pabrik, akan menjadi masalah serius. Karena di Kabupaten Semarang ada ratusan industri,” kata Ngesti.

Sementara itu, Bupati Semarang, Mundjirin, pagi kemarin telah melakukan sidak di PT PRP mengecek kondisi proses produksi dan pengelolaan limbah industri perkayuan tersebut. Hal itu, untuk menindaklanjuti keluhan warga sekitar pabrik yang terganggu karena polusi udara yang berasal dari cerobong asap PT PRP. Ikut dalam rombongan adalah Kepala BPMPPTSP, Valeanto Sukendro; Kasatpol PP, M Risun; Camat Pringapus, Tajuddin Noor; Kabag Humas, Heru Subroto; dan Kabag Umum, Jarot Supriyoto.

“Perbaikan instalasi pengolahan limbah seharusnya terus dilakukan, sehingga limbah yang dihasilkan benar-benar tidak mengganggu lingkungan sekitar pabrik. Tidak hanya Pinako, tetapi seluruh perusahaan harus melakukan itu,” tegasnya.
Kepala SDN Wonorejo 4 Pringapus, Etik Sutriyati kepada bupati menyampaikan bahwa polusi udara PT Pinako sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa. Tidak hanya asapnya, tetapi debunya sangat pekat sehingga menyebabkan sakit pernafasan. “Asap dan debu mengganggu pernafasan, menyebabkan batuk. Proses kegiatan belajar mengajar jadi terganggu,” kata Etik.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT PRP, Lie Danu Suncipto mengakui waktu awal mendirikan pabrik sekitar 2 tahun lalu tingkat pencemaran udara sekitar pabrik cukup tinggi. Namun pihaknya terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan hingga saat ini dan pencemaran udara mulai berkurang. “Kami menambah alat penyaring debu dan memasang penjernih air serta penanaman pohon di lingkungan pabrik. Kami targetkan tahun ini bisa mendapat proper biru (penilaian tingkat polusi),” kata Danu.

Sementara itu, pejabat fungsional Pengawas Lingkungan Hidup BLH Kabupaten Semarang, Jeremia Jalu Wicaksono menjelaskan bahwa tahun 2014 lalu pabrik Pinako sudah tidak lagi mendapatkan bendera hitam melainkan sudah merah. “Kami terus memantau dan mengawasi proses perbaikan instalasi pengolahan limbahnya. Secara berkala setiap satu semester atau pada Juli mendatang kami periksa,” imbuhnya. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.