Dewan Mengajak Kurangi Silpa

288

SALATIGA-Ketua DPRD Salatiga M Teddy Sulistio, meminta eksekutif dan legislatif bersemangat dalam bekerja di tahun 2015 ini. Tidak perlu saling menyalahkan terkait banyaknya pembangunan yang tidak jalan. Menyusul banyaknya besaran sisa lebih anggaran (Silpa) tahun 2014.

“Anggota dewan juga merasa bertanggung jawab atas terjadinya Silpa. Karena masyarakat memandang DPRD juga bagian dari pemerintah yang menjalankan pembangunan. Mari kita cari solusi bagaimana permasalahan bisa terpecahkan agar potret keberhasilan layanan masyarakat bisa DIsuguhkan,” ajak Teddy saat pembukaan Forum SKPD yang diadakan oleh Bappeda di Ruang Sidang II Pemkot, kemarin.

Forum SKPD tersebut dibuka oleh Asisten II Pemkot Salatiga, Daryadi, yang diikuti oleh segenap SKPD, camat, lurah dan hampir semua anggota dewan Kota Salatiga.

Dalam forum tersebut diisi paparan oleh camat dari empat kecamatan yang membahas hasil dari musyawarah kelurahan (Muskel) ditambah hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangkec) dan masih ditambah lagi rencana kerja yang telah disusun oleh pihak kecamatan.

“Untuk SKPD penyumbang Silpa terbesar, mari kita duduk bersama dan berembug untuk mencari solusi. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah kebersamaan dan kesungguhan kerja,” imbuh Teddy.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiarso menuturkan bahwa eksekutif menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, semangat yang sama dilontarkan Wali Kota Yuliyanto dan Sekda di berbagai kesempatan bahwa tahun ini merupakan tahun pembuktian kinerja kepada masyarakat.

“Perintah wali kota, tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukan kegiatan, karena wali kota terjun langsung mengawasi dan membimbing SKPD, termasuk melakukan evaluasi mingguan,” jelas Adi Setiarso.

Sementara itu, sejumlah PNS yang ditemui wartawan memang masih menyatakan kekhawatirannya dalam melaksanakan proyek. Terlebih banyak kasus hukum yang mencuat dalam sejumlah proyek. Yang terakhir beredar kabar adalah aparat hukum yang mengusut kasus pengadaan alat peraga pendidikan senilai Rp 1,2 miliar. (sas/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.