Hanya Terima Kabar, Tidak Bisa Dihubungi

393
Dyah Hayu Krisnawat. (JPNN/RADAR SEMARANG)
Dyah Hayu Krisnawat. (JPNN/RADAR SEMARANG)
Dyah Hayu Krisnawat. (JPNN/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Siapa yang tak panik saat putri kesayangannya tidak pulang ke rumah. Apalagi dalam kepergiannya tanpa meninggalkan pesan terlebih dahulu. Seperti yang dialami Teguh Riyanto, 49, warga Gemah Barat 1 RT 07 RW 05 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan.

Sejak mengetahui putri kesayangannya bernama Diah Hayu Krisnawati, 14, tidak kunjung pulang sejak Senin (23/2) lalu, Teguh merasa khawatir. Tak pelak ia kemudian melaporkan kehilangan putrinya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (25/2).

Dituturkannya, gadis dengan ciri-ciri tinggi 155 sentimeter, tubuh langsing, kulit hitam, gigi gingsul, dan alis hampir nyambung tersebut pergi tanpa pamit usai pulang sekolah. Menurut keterangan salah seorang tetangganya, pada hari Senin (23/2), sekitar pukul 14.00, itu Diah terlihat dijemput oleh seorang pria. Selanjutnya keduanya pergi dengan berboncengan sepeda motor. ”Ada tetangga bilang pergi sama laki-laki. Tapi saya tunggu sampai malam tidak pulang-pulang,” ujarnya kepada petugas SPKT Polrestabes Semarang, Rabu (25/2) sore.

Setelah mengetahui tidak juga pulang ke rumah, lanjut Teguh, putrinya tersebut sempat membalas pesan singkat dari ibunya. Dalam balasan tersebut, Diah mengatakan ”Bentar, Buk. Habis ini pulang. Ibunya SMS menyuruh pulang. Anak saya membalas. Kami di rumah pun sempat merasa tenang,” lanjut Teguh.

Namun ketenangan tersebut seketika berubah. Pasalnya hingga tengah malam sang anak tak juga pulang seperti yang dikatakan saat membalas pesan singkat sang ibu. Spontan kepanikan kembali muncul di hati dan pikiran orang tua Diah. Sejak itu sang ayah terus berusaha menghubungi Diah. Tetapi tidak ada balasan dan jawaban. ”Ditelepon tidak diangkat, di-SMS tidak dibalas,” terang Teguh.

Setiap waktu Teguh dan istrinya bolak-balik melihat handphone. Berharap sang buah hati memberikan kabar. Hingga pada Selasa (24/2) pagi, Teguh menerima pesan singkat dari Diah. Dalam pesan singkat itu, Diah mengabarkan kalau dirinya telah bekerja di pabrik asbes.
”Dia memberi tahu kalau sudah kerja di pabrik asbes dengan gaji Rp 1,4 juta per bulan. Lalu saya coba hubungi lagi, tapi kembali tidak dijawab,” tuturnya.

Teguh juga sudah berusaha mencari keberadaan Diah. Baik di rumah saudara maupun teman sekolah. Tapi tidak ada hasil. Teguh akhirnya melapor ke polisi dengan harapan sang anak dapat ditemukan. Pihak kepolisian pun mengimbau apabila melihat anak perempuan dengan ciri-ciri di atas, agar menghubungi kantor polisi terdekat atau langsung ke nomor orang tua Diah, 085876281797. (har/jpnn/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.