Mobil Keluaran 1980-an, Kumpul Sharing Onderdil

507
MOBIL JADUL: Anggota Komunitas Semarang Honda Accord Executive saat berkumpul di depan gubernuran Jalan Pahlawan Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MOBIL JADUL: Anggota Komunitas Semarang Honda Accord Executive saat berkumpul di depan gubernuran Jalan Pahlawan Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MOBIL JADUL: Anggota Komunitas Semarang Honda Accord Executive saat berkumpul di depan gubernuran Jalan Pahlawan Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

Para penggemar mobil tua Honda Accord tergabung dalam Komunitas Semarang Honda Accord Executive (SHAE). Mereka menggelar touring hingga aksi sosial. Seperti apa?

M. HARIYANTO

SEMARANG Honda Accord Executive baru terbentuk pada 1 Desember 2014. Meski baru tiga bulan berdiri, komunitas penggemar mobil tua keluaran 1982-1985 ini sudah memiliki anggota kurang lebih 25 orang.

Ketua SHAE Semarang, Irfan Hardianto, menjelaskan, anggota komunitas SHAE awalnya hanya 3 orang pemilik mobil Accord. Namun seiring berkembangnya waktu, anggota SHAE semakin bertambah.

”Tadinya hanya 3 orang, kami sering kumpul bersama, ngobrol-ngobrol dan sharing tentang onderdil, aksesori, hingga mesin. Akhirnya kami sepakat membentuk komunitas. Sekarang anggotanya sudah mencapai 25-an orang,” katanya kepada Radar Semarang.

Diakui, komunitas mobil SHAE memang masih baru. Ia yakin, ke depan anggota komunitas ini akan semakin bertambah. ”Nantinya anggota tidak hanya dari dalam Kota Semarang, bisa juga dari luar Semarang,” ungkapnya.

Dikatakan, mobil tua tahun 80-an tersebut merupakan generasi kedua mobil Accord. Pemilik mobil jenis ini di Kota Semarang sudah mencapai ratusan orang. Sehingga pihaknya optimistis ke depan anggota komunitas ini akan semakin bertambah.

”Di Kota Semarang saja yang menggunakan mobil ini di atas 100-an lebih. Memang kami menjaring anggota melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan BBM. Kami juga menggelar kopi darat dengan penggemar mobil ini meskipun sampai luar kota. Sampai saat ini kami masih melakukan sosialisasi pengenalan komunitas,” terangnya.

Meski masih baru, lanjut dia, Komunitas SHAE sudah melakukan kunjungan maupun touring ke luar Kota Semarang. Namun touring yang dilakukan masih sebatas wilayah Jateng.

”Touring perdana dilakukan 19 Febuari 2015 lalu ke Salatiga. Sedangkan dalam waktu dekat, kami akan melakukan touring ke Jepara. Di sana juga banyak penggemar mobil Accord. Jadi, kita sambil sosialisasi dan ketemu member. Memang pada intinya kita menambah teman. Jadi, kita juga tidak takut kalau perjalanan jauh,” paparnya.

Komunitas yang bermarkas di Jalan Ngesrep Timur 5 Semarang ini juga kerap menghadiri dan berkumpul bersama dengan komunitas mobil lain. Selain untuk menjalin persaudaraan, juga untuk sharing soal spare part mobil.

”Jadi tidak hanya sharing saja, kita juga menjalin persaudaraan. Sehingga tidak ada pergesekan antarkomunitas mobil. Tidak dimungkiri, hal tersebut pasti pernah ada. Selain itu, juga membahas touring. Ke depan, Komunitas SHAE ingin mewujudkan Jawa Tengah menjadi pusat museum Honda Accord Executive,” jelasnya.

Anggota Komunitas SHAE biasanya berkumpul di sejumlah jalan protokol di Kota Atlas. Di antaranya, di Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan, dan Srondol. Kegiatan rutin ini dilakukan setiap Jumat malam dan Sabtu malam pukul 20.00-00.00.

”Kami nongkrong sekalian membahas agenda dan program. Kita juga mengedepankan kegiatan sosial. Seperti saat terjadi musibah bencana longsor di Banjarnegara, kita mengirim perwakilan untuk menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang,” katanya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.