Reka Ulang, Tersangka Icuk Dihujat Warga

504
JADI TONTONAN: Ratusan warga saat menyaksikan reka ulang pembunuhan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning kemarin. (bawah) Tersangka Sukowati alias Icuk dan korban yang diperagakan orang lain saat masuk ke wisma Umi Kulsum. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
JADI TONTONAN: Ratusan warga saat menyaksikan reka ulang pembunuhan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning kemarin. (bawah) Tersangka Sukowati alias Icuk dan korban yang diperagakan orang lain saat masuk ke wisma Umi Kulsum. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

REKONTRUKSI SK-ADITWEB

KALIBANTENG KULON – Kasus pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) lokalisasi Argorejo (Sunan Kuning, Red) Semarang, Nur Komsanah alias Ririn, 17, kemarin (25/2) direkonstruksi. Reka ulang menghadirkan tersangka Sukowati alias Icuk, 24, warga Temanggung, serta saksi mata Depi Pebriani alias Shany, 35.

Dalam reka ulang yang disaksikan ratusan warga itu terungkap, jika sebelum menemui ajal, Ririn yang tengah hamil 3 bulan sempat dianiaya di dalam kamar tidur dan kamar mandi Wisma Umi Kulsum, Jalan Argorejo Gang 1 oleh tersangka yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Penganiayaan tersebut dilakukan lantaran tersangka cemburu mengetahui korban dekat dengan pria lain.

Selama reka ulang kemarin, dijaga ketat aparat Polsek Semarang Barat dan Polrestabes Semarang. Pasalnya, tak sedikit warga yang emosi melihat kemunculan tersangka di kawasan lokalisasi tersebut.

”Rekonstruksi ini untuk membuktikan kebenaran dari pengakuan tersangka guna melengkapi berkas acara pemeriksaan,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono saat ditemui di lokasi kejadian.

Dengan mengenakan baju tahanan warna biru kehitam-hitaman, Icuk memperagakan 27 adegan dengan tenang. Adegan dimulai saat Icuk masuk ke dalam rumah bersama korban. Dilanjutkan aksi penganiayaan terhadap korban di dalam kamar. Icuk sempat memukul tulang rusuk korban, menginjak tubuh korban, serta menghantam kepala korban dengan asbak. Berikutnya aksi penganiayaan di dalam kamar mandi Wisma Umi Kulsum.

Rekonstruksi diakhiri saat tersangka Icuk menggendong korban yang sudah sekarat ke dalam taksi yang menunggu di depan wisma. Saat itu, korban dilarikan ke RS Tugurejo, Semarang ”Saya di luar, tidak ikut mengantar ke rumah sakit,” ujar Icuk di sela reka ulang.

Saat adegan menggendong korban sampai memasukkan ke dalam taksi, terdengar teriakan warga yang berada di lokasi. Seorang warga bahkan berteriak lantang menghujat perbuatan keji Icuk. Itu terjadi selama peragaan adegan 25 sampai 27 dan berlanjut saat Icuk digelandang ke mobil polisi.

”Wuuuu…. Butakan saja satu matanya,” teriak seorang wanita menggunakan bahasa daerah setempat.
Salah satu saksi mata, Depi Pebriani alias Shany sempat menitikkan air mata saat melakukan adegan reka ulang kemarin. Ia mengaku teringat kondisi Ririn yang sekarat dalam peristiwa pada Selasa (10/2) dini hari lalu tersebut. Saat itu, ia melihat Ririn bersimbah darah di lantai kamar mandi dan merintih minta ampun.

”Saya lihat dia (Ririn, Red) duduk dan menggigil kedinginan sambil bilang ’ampun, pah… ampun, pah…’ Saat itu dia diguyur air dan dibersihkan oleh tersangka,” tutur wanita asal Ambarawa yang berperan sebagai saksi itu saat mengenang kejadian tragis temannya.

Melihat kondisi itu, Depi meminta kepada Icuk untuk menggantikan pakaian Ririn yang basah. Lalu ia kembali keluar rumah lantaran tidak tega melihat kondisi korban yang mulai kaku dan membiru.

”Saya keluar lagi. Soalnya pas kejadian penganiayaan saya memang ada di luar, jadi tidak tahu detail penganiayaan itu. Tahunya ya pas masuk saat ada orang mau numpang ke toilet. Tapi pintu di kunci dari dalam lalu didobrak. Pas masuk saya lihat tersangka keluar dari kamar mandi,” terangnya.

Pada hari kejadian, Depi mengaku sempat mendapat tuduhan dari tersangka. Ia dituduh telah memengaruhi korban untuk berpisah dengan tersangka.

”Saya dituduh oleh tersangka dengan bilang ’maksudmu opo mbak mbujuk bojoku pisah karo aku’ (maksudmu apa mbak membujuk istriku pisah sama aku). Saya kaget, saya tidak pernah melakukan itu. Makanya saya keluar lagi,” ujar wanita yang saat reka ulang kemarin mengenakan baju merah serta masker warna hitam dari slayer itu.

Meski telah menuduh Depi, tersangka justru kembali memanggilnya untuk menolong korban. Mendengar itu, Depi kembali masuk. Saat itu ia melihat korban telah digantikan celananya, tetapi tidak dengan bajunya. Depi kemudian mengambil baju dan menutupkannya ke tubuh korban, dan ikut membawa keluar.

”Keluarnya digendong. Saya sudah panggil taksi dan langsung dimasukkan ke dalam taksi. Saat itu, warga sudah menghadang tersangka dan dimintai KTP-nya. Cuma saya dan teman saya yang membawa ke rumah sakit,” terangnya.

Selama di perjalanan menuju rumah sakit, Depi yang duduk di kursi depan menyuruh temannya untuk terus mengecek denyut nadi korban. Ternyata masih ada, tapi tubuhnya sudah kaku. Hal itu terjadi sampai di RS Tugurejo.

”Sampai di IGD masih hidup. Teman saya yang menemani di dalam, saya isi formulir. Pas saya mau masuk, teman saya keluar dan memberitahu kalau Ririn telah meninggal. Pas meninggal korban mengandung 3 bulan, anak dari tersangka,” katanya.
Menurut dia, sebelumnya hubungan tersangka dan korban baik-baik saja. Warga sekitar mengira tersangka adalah suami korban. ”Saya tahunya, tersangka itu suami Ririn, karena sudah lama tinggal bersama,” ujarnya.

Pasca penangkapan tersangka beberapa waktu lalu, polisi mengamankan barang bukti sebuah asbak, potongan rambut dan baju milik korban, serta sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU bernopol AB 6789 FA. Untuk mempertanggungjawabakan perbuatannya, tersangka Icuk akan dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.