Sekolah Penerima BOS Dibagi Dua Kriteria

478

CANDISARI – Sekolah penerima Bantuan Operasional Siswa (BOS) untuk jenjang SMP dan SD pada 2015 ini dibedakan menjadi dua kriteria. Ini sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tahun anggaran 2015. Dua kriteria sekolah yang dimaksud adalah sekolah dengan jumlah peserta didik minimal 60 siswa, dan sekolah dengan jumlah peserta didik di bawah 60 siswa (sekolah kecil).

”Hal tersebut berlaku baik untuk SD/SDLB maupun SMP/SMPLB/Satap (satu atap), dan dihitung berdasarkan jumlah peserta didik,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, kepada Radar Semarang kemarin.

Dijelaskan Bunyamin, bagi sekolah setingkat SD dan SMP dengan jumlah peserta didik kurang dari 60 siswa, akan diberikan dana BOS sebanyak 60 peserta didik. Kebijakan ini dimaksudkan agar sekolah kecil yang berada di daerah terpencil tetap dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

Meski begitu, lanjut dia, kebijakan pemberian dana BOS bagi sekolah dengan jumlah peserta didik di bawah 60 siswa itu, tidak dimaksudkan untuk memunculkan sekolah kecil yang baru. Sebab, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi sekolah-sekolah dengan kriteria tertentu.

”Seperti sekolah swasta yang menetapkan standar iuran atau pungutan mahal, juga sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat sekitar karena tidak berkembang. Sehingga jumlah peserta didik sedikit, dan masih terdapat alternatif sekolah lain di sekitarnya,” katanya.

Selain itu, lanjut Bunyamin, juga untuk sekolah yang terbukti dengan sengaja membatasi jumlah peserta didik dengan tujuan untuk memperoleh dana BOS dengan kebijakan khusus tersebut.

Kabid Monitoring dan Pengembangan (Monbang) Disdik Kota Semarang Taufik Hidayat menambahkan, besaran anggaran BOS untuk jenjang SMP dan SD pada 2015 berbeda dari tahun 2014.

”Untuk tahun ini, besaran dana BOS per siswa Rp 1 juta untuk jenjang SMP sederajat, dan Rp 800 ribu untuk jenjang SD sederajat. Kalau tahun-tahun sebelumnya kisarannya untuk jenjang SMP sebesar Rp 700 ribuan, dan yang SD Rp 500 ribuan,” jelas Taufik.

Dia mengklaim, pencairan dana BOS untuk jenjang SD-SMP baik negeri maupun swasta pada triwulan pertama sudah diterima seluruh sekolah.

”Iya, seluruh sekolah, khusus untuk jenjang SD-SMA sederajat sudah menerima semua. Ada yang terima akhir Januari, ada pula yang awal Februari. Tidak ada masalah di lapangan, dan kami berharap dana tersebut nanti bisa digunakan sesuai dengan pemanfaatannya,” ujar Taufik.

Dikatakan dia, pihak Disdik juga melakukan sosialisasi juknis kepada pihak sekolah agar nantinya bisa mengimplementasikannya secara benar.

”Sosialisasi dilakukan selama empat hari. Jadi, per hari kita undang sekolah baik negeri maupun swasta dari empat kecamatan. Dengan begitu, mereka tahu betul aturan pemakaiannya (dana BOS yang sudah cair itu),” bebernya. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.